PT GNE akan Sita Aset Mantan Manajer Operasional

Ilustrasi penyitaan aset (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – PT. Gerbang NTB Emas (GNE) tak ingin larut dengan piutang menumpuk. Langkah tegas disiapkan dengan berencana menyita aset terlapor penunggak kerugian daerah senilai Rp2,5 miliar.

Piutang sebesar itu sedang jadi tanggungan mantan Direktur Operasional inisial HB sesuai temuan Inspektorat Provinsi NTB. Dari total temuan Rp2,6 miliar, sebagian besar menjadi tanggungan HB senilai Rp2,5 miliar. Sebelumnya HB dilaporkan ke Inspektorat terkait kasus pengelolaan keuangan PT. GNE yang  diduga bocor.

HB sudah dipanggil beberapa kali untuk dikonfrontir dengan hasil audit Inspektorat tersebut. PT. GNE sedang bersiap melakukan penyitaan aset HB.  “Pemanggilan oleh tim legal kami. Sudah dilakukan klarifikasi, yang bersangkutan siap menyelesaikan,” ujar Direktur PT. GNE, Syamsul Hadi kepada Suara NTB, Jumat, 10 Mei 2019.

Dari hasil pemanggilan itu, HB mengakui piutangnya dan siap mengembalikan dalam bentuk aset. Itulah yang sedang dilakukan negosiasi antara pihaknya dengan terlapor. ‘’Jadi tidak serta merta kita sita dan lelang, harus melalui penilaian appraisal dulu untuk mengetahui berapa nilai asetnya,’’ kata Syamsul.

Di sisi lain, HB juga sedang berusaha melepas asetnya berupa tanah dan bangunan untuk menutupi kerugian daerah tersebut. Uang hasil penjualan, akan diserahkan ke PT. GNE untuk pemulihan keuangan. Namun sejauh ini belum membuahkan hasil. Manajemen PT GNE tetap mengingatkan agar terlapor segera melunasi karena batas waktu 25 Mei mendatang.

Katanya, sejak awal ia sudah menyarankan agar HB mengembalikan dalam bentuk uang. Jika dalam bentuk aset, masih panjang prosesnya karena harus melalui appraisal dan proses lelang yang panjang. “Sebaiknya, saran kami agar diberikan dalam bentuk uang saja,” ujar pengganti H. Syahdan Ilyas ini.

Karena jika dalam bentuk uang, maka akan bisa digunakan pihaknya untuk recovery keuangan PT. GNE yang sedang terganggu. Uang itu akan dipakai membeli bahan baku kebutuhan usaha PT. GNE, salah satunya untuk pembuatan paving block.

“Kita sangat berharap dia mengembalikan dalam bentuk uang. Sebab bisa kita gunakan untuk operasional. Semua pihak tahu, bagaimana kondisi keuangan GNE sekarang. Ya, itu, karena dipicu masalah piutang mengendap. Jadi kita butuh dana segar,” tegasnya. (ars)