Akses Menuju Sirkuit MotoGP, Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Pembebasan Lahan Rp130 Miliar

Sahdan (Suara NTB/dok)

Akses Menuju Sirkuit MotoGP, Kementerian PUPR Alokasikan Anggaran Pembebasan Lahan Rp130 Miliar

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan anggaran sebesar Rp130 miliar untuk pembebasan lahan akses jalan dari bandara menuju Sirkuit MotoGP di kawasan Mandalika, Lombok Tengah (Loteng). Pembebasan lahan harus rampung pada 2019. Sehingga pada 2020 tinggal pembangunan konstruksi jalannya.

‘’Pembebasan tanahnya selesai tahun ini. Uangnya sudah disiapkan Rp130 miliar,’’ sebut Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Sahdan, MT dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 8 Mei 2019.

Baca juga:  Tuntaskan Pembebasan Lahan Sirkuit MotoGP, Pusat Turun Tangan Bantu ITDC

Ia menyebutkan, luas lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan by pass Lombok International Airport (LIA) – KEK Mandalika sebanyak 85 hektare dengan panjang 16,99 Km. Konstruksi pembangunan jalan untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika ini ditargetkan selesai selama setahun.

‘’Kalau tanah bisa segera selesai, bisa lelang  bulan November atau Desember ini,’’ katanya.

Saat ini, kata Sahdan, prosesnya dalam persiapan pembebasan lahan. Seluruh pihak terkait akan kembali diundang membahas masalah ini. Badan Pertanahan Negara (BPN) akan melakukan pengukuran by name by address.

‘’Sekarang penetapan lokasi, proses itu sedang dilaksanakan. Setelah itu BPN akan mengukur, merincikannya. Sebagai bahan appraisal. Kemudian pembebasan lahan. Insya Allah 2019 ini tidak ada halangan tuntas,’’ ujarnya.

Baca juga:  Gelar Temu Bisnis di Prancis, Pemprov Promosikan Pariwisata NTB dan Tuan Rumah MotoGP 2021

Untuk menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu, kata Sahdan, Kementerian PUPR sudah membuat beberapa skenario. Kemungkinan nanti pekerjaanya dibagi dalam beberapa paket. Sehingga pengerjaan konstruksi proyek by pass LIA – KEK Mandalika akan dikeroyok.

‘’Itu sedang dibicarakan di Jakarta, ada beberapa skenario disiapkan untuk pelaksanaan fisiknya. Pengerjaanya masing-masing segmen ada yang mengerjakan,’’ pungkasnya. (nas)