Perolehan Suara Sementara Pemilu DPRD NTB, PKB dan Berkarya Rebut Kursi Hanura dan Demokrat di Dapil III

Ilustrasi Pemilu 2019 (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kursi wakil rakyat DPRD NTB milik Partai Hanura dan Partai Demokrat di daerah pemilihan (Dapil) III Lombok Timur bagian Utara pada periode sebelumnya diprediksi akan hilang. Pasalnya, hasil perolehan suara sementara yang dihimpun dari 12 kecamatan di Dapil III, posisi perolehan suara kedua partai tersebut tidak masuk dalam perhitungan pembagian jatah kursi.

Dilihat dari perolehan sementara partai di Dapil III, parpol peserta Pemilu yang berpeluang membagi habis sembilan jatah kursi di Dapil ini yakni, Partai Gerindra, Nasdem, PKS, PAN, Golkar, PKB, PPP, Berkarya dan PBB. Partai-partai itulah yang sementara ini perolehan suaranya masuk urutan sembilan besar di Dapil III.

Perolehan suara terbesar pertama diduduki oleh Partai Gerindra sebesar 55.476 suara. Machsun Ridwaini tampil sebagai Caleg peraih suara terbanyak mengalahkan Caleg petahana, Hamja. Suara terbesar kedua ditempati oleh Partai Nasdem yang memperoleh 53.140 suara, dengan Caleg suara tertinggi Khairul Rizal, yang memperoleh suara 18 ribu lebih. Khairul Rizal mengalahkan suara Caleg petahana Nasdem, Hj. Suryahartin.

Peraih suara terbesar ke tiga, ditempati oleh PKS yang memperoleh 42.040 suara, dengan Caleg peraih suara tertinggi masih dikuasai oleh Caleg petahana, H. Abdul Hadi yang juga merupakan Ketua DPW PKS NTB. Di bawah PKS, perolehan suara ke empat ditempati PAN dengan 38.158 suara. Caleg petahana PAN, Saefudin Zohri masih mengungguli perolehan suara di PAN.

Partai Golkar sebagai partai pemenang Pemilu 2014 untuk DPRD NTB, hanya mampu mengumpulkan suara sementara sebanyak 33.404 di Dapil ini. Angka ini menempatkan Golkar pada posisi kelima, dengan Caleg petahana yang juga Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda masih memimpin perolehan suara Caleg partai beringin ini.

Posisi urut enam perolehan suara ditempati PKB yang berhasil mendulang suara sebesar 36.253. Dengan perolehan suara itu, PKB memastikan diri mengunci satu jatah kursi Dapil III, setelah Demokrat dan Hanura pemilik kursi sebelumnya tak masuk sembilan besar. PKB diprediksi akan mengutus Abdul Wahid sebagai Caleg peraih suara terbanyak.

PKB kemudian disusul oleh PPP yang memiliki suara sebesar 32.611, sehingga menepati urutan tujuh besar. Sementara kursi wakil rakyat dari PPP, sepertinya masih menjadi milik Caleg petahana TGH. Hazmi Hamzar sebagai peraih suara terbanyak di PPP.

Posisi delapan besar perolehan suara di Dapil III ini dikunci oleh partai pendatang baru yakni Partai Berkarya yang berhasil mengumpulkan suara sebesar 26. 921, dengan menjagokan H. Jalaluddin sebagai peraih suara terbanyak. Perolehan suara Partai Berkarya ini cukup mengejutkan. Pasalnya partai besutan Tomy Suharto ini, mampu mengungguli perolehan suara partai besar lainnya, seperti PDIP, Demokrat dan Hanura.

Kursi terakhir sepertinya akan dikunci oleh PBB setelah berhasil mengumpulkan suara sebesar 26.021. PBB akan mengutus Caleg petahana Edwin Hadiwijaya untuk kembali ke Udayana setelah memastikan diri sebagai peraih suara terbanyak di PBB.

Sementara posisi perolehan suara Partai Demokrat berada pada nomor urut 11, dengan jumlah suara sebesar 17. 067. Kemudian disusul urut 12 Hanura yang memperoleh suara sebesar 17.025. Perolehan suara kedua partai itu bahkan masih kalah dari PDIP yang berada pada nomor urut 10 besar dengan perolehan suara sebesar 18.737 suara.

Ketua DPD Hanura NTB, Syamsul Rizal yang dikonfirmasi terkait dengan perolehan suara sementara di Dapil III itu memperlihatkan bahwa Hanura dipastikan tidak kebagian jatah kursi. Mengakui bahwa posisi Hanura di Dapil III masih cukup berat. Namun demikian, Hanura tetap menunggu hasil resmi rekapitulasi KPU.

‘’Posisi kita memang tidak pada posisi aman, kita sedang memperebutkan kursi terakhir, antara bisa dapat dan tidak,’’ kata Rijal yang dikonfirmasi wartawan, Senin (29/4).

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahally Fikri yang dikonfirmasi terkait dengan perolehan suara sementara di Dapil III itu enggan memberikan pernyataan. Namun konfirmasi sebelumnya, ia mengaku masih optimis bahwa Demokrat masih bisa mempertahankan kursi sebelumnya.

Nasib Demokrat yang terancam kehilangan kursi di Dapil III ini, merupakan imbas dari keputusan anggota DPRD NTB dari Dapil III Fraksi Demokrat, TGH. Nasihudin Badri yang tak mencalonkan diri lagi pada Pemilu 2019 ini. Situasi yang serupa juga dialami Demokrat di Dapil I Kota Mataram. Di Dapil ini, Demokrat dipastikan juga kehilangan kursi setelah tidak diperkuat oleh H. MNS. Kasdiono yang memilih tidak kembali maju. (ndi)