Industrialisasi Pariwisata, NTB akan Tiru Turki

Achris Sarwani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Selain mengembangkan industri manufaktur, NTB juga akan mengembangkan industrialisasi pariwisata. Dalam pengembangan industrialisasi pariwisata, NTB akan meniru Turki.

‘’Kalau boleh kita meniru Turki. Dia belum lama mengembangkan industri pariwisata. Bagaimana dia memanage industri pariwisata sehingga sekarang pariwisatanya  level dunia,’’ kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani dikonfirmasi Suara NTB di arena Inspiratif Expo Peringatan Hari Kartini, Minggu (21/4).

Achris mengatakan, saat kuliah umum dan diskusi pengembangan industrialisasi di NTB beberapa hari lalu, ia menyampaikan perlunya NTB mengembangkan industrialisasi pariwisata. Di samping NTB mengembangkan industri manufaktur, pariwisata NTB harus menjadi industri.

Baca juga:  Bank Indonesia Sarankan Pasar Wisatawan Australia Digenjot

Untuk pengembangan industri pariwisata, kata Achris, perlu dibuat roadmap atau peta jalan dan perencanaannya. ‘’Makanya Pak Gubernur meminta BI bersama Dinas Pariwisata menggarap bersama-sama. Besok Senin kita akan ketemu di Bappeda, membahasnya,’’ katanya.

Ia mencontohkan seperti negara tetangga Singapura. Singapura telah mampu membuat pariwisata menjadi industri. Pengembangan industri pariwisata bukan penataan destinasi. Tetapi yang perlu adalah penataan manajemen dalam industri pariwisata.

‘’Antara industri manufaktur dan industri pariwisata saling mendukung. Jangan mengembangkan industri manufaktur saja,’’ sarannya.

Ia mengatakan, pengembangan industri manufaktur dan industri pariwisata dapat berjalan berbarengan. Dengan berkembangnya industri pariwisata, kata Achris, maka industri pengolahan atau manufaktur juga akan berkembang.

Baca juga:  Info Cuaca Penting untuk Strategi Pariwisata

‘’Intinya kita harus punya industri manufaktur yang bagus dan industri pariwisata yang bagus. Sehingga bareng-bareng mendongkrak ekonomi di NTB,’’ tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si mengatakan pengembangan sektor pariwisata menjadi prioritas pembangunan NTB lima tahun ke depan. Karena menjadi prioritas maka harus ada role model  yang disepakati bersama. Sebagai bagian mempercepat pembangunan kepariwisataan di NTB.

‘’Artinya, model ini akan menjadi acuan kita. Bagaimana pariwisata itu menjadi lebih konkret lagi mendukung perekonomian NTB. Makanya ada industrialisasi pariwisata,’’ kata Faozal. (nas)