Persiapan MotoGP Lombok, Pembebasan Lahan Jalan Dikebut

Azhar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Proses pembebasan lahan proyek pembangunan jalan by pass LIA – KEK Mandalika dikebut. Kementerian PUPR memberikan target pembebasalah lahan untuk mendukung MotoGP 2021 ini harus tuntas 2019.

Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Azhar, MM mengatakan trase jalan by pass LIA-KEK Mandalika  sudah ditentukan. ‘’Karena memang pembebasan tanah ini harus tuntas tahun ini,’’ kata Azhar dikonfirmasi Suara NTB, Rabbu, 10 April 2019.

Untuk mengejar target tersebut, terus dilakukan koordinasi dengan Lombok Tengah. Termasuk juga akan dilakukan koordinasi  dengan Badan Pertanahan Negara (BPN).

‘’Ini memang koordinasinya door to door. Selain pertemuan formal kita rapat. Di mana tersumbatnya, kita urai satu persatu,’’ ujarnya.

Baca juga:  Pemagaran Lahan Sirkuit MotoGP Berlanjut, Bupati Loteng Kumpulkan Anggota Forkompinda

Azhar mengatakan, proses pembebasan lahan proyek strategis ini terus dikebut. Diharapkan pada triwulan II ini, pembebasan lahan sudah mulai dilakukan.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Syahdan, ST, MT menjelaskan penetapan lokasi (Penlok) jalan by pass LIA-KEK Mandalika sudah ditetapkan. Rencananya, Selasa mendatang dilakukan pembicaraan dengan Kanwil BPN NTB terkait dengan proses pembebasan lahan tersebut.

‘’Penetapan lokasi sudah ada. Dari itu BPN akan melakukan pengukuran ulang by name by address terhadap rute yang dipilih. Dasar pengukuran ulang itu mendata pemilik lahan by name by address,’’ jelasnya.

Baca juga:  Rp2,02 Triliun untuk Pengembangan KEK Mandalika

Hasil pengukuran BPN tersebut, kata Syahdan sebagai dasar dilakukan appraisal. Tim appraisal kemudian bekerja untuk menetapkan harga lahan. ‘’Masalah pembebasan lahan ini harus  selesai 2019. 2020 mulai dibangun konstruksinya,’’ pungkasnya.

Jalan by pass LIA-KEK Mandalika rencananya akan dibangun sepanjang 17 Km. Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan penghubung dari bandara ke Sirkuit Mandalika ini sekitar Rp1,2 triliun. Rencananya akan dibangun jalan empat jalur dan delapan lajur. (nas)