PLN : Tahun 2020, 99.99 Persen Warga NTB Nikmati Listrik

Pemasangan listrik di Pulau Bajo Kabupaten Bima (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tidak bisa dipungkiri, peningkatan terhadap pemakaian energi listrik merupakan salah satu tolak ukur tingkat perekonomian suatu daerah. PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, sebagai penyedia tenaga listrik di Provinsi NTB berkomitmen mendukung ketersediaan pasokan listrik bagi masyarakat NTB.

Rasio Elektrifikasi atau RE, sebagai salah satu indikator kemajuan suatu daerah,  dihitung dari banyaknya jumlah Kepala Keluarga yang telah menjadi pelanggan PLN. Namun begitu, capaian terhadap RE akan terus berubah seiring dengan adanya penambahan jumlah keluarga yang memiliki KK baru. Di tahun 2018, pelanggan PLN UIW NTB  sebanyak 1,3 juta pelanggan. Tingkat pertumbuhan sebesar 12.51% dari tahun 2017 ini merupakan capaian tertinggi selama kurun waktu 4 tahun terakhir.

Untuk segmen pelanggan rumah tangga, yang digunakan sebagai dasar perhitungan RE adalah sebanyak 1,28 juta. Pelanggan dengan tarif ini mendominasi komposisi pelanggan PLN UIW NTB dengan persentase sebesar 94,8%

Di NTB, capaian RE di tahun 2018 adalah sebesar 93,7%. Meningkat sebesar 10,23% dari tahun 2017 dimana capaian RE saat itu sebesar 83,05%. Sedangkan bulan Maret 2019, capaian RE NTB telah mencapai 94,05%. Pencapaian ini tentunya tidak luput dari kerja bersama seluruh instansi terkait, stake holders dan juga dukungan dari seluruh masyarakat NTB.

Baca juga:  Banyak Dusun Terpencil di Lotim Belum Nikmati Listrik

“Kerja bersama ini pastinya akan sangat penting. Semakin banyak masyarakat NTB menikmati listrik, berarti semakin maju pula perekonomian di NTB,” jelas Rudi Purnomoloka, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB.

Beberapa kendala dalam pencapaian RE 99.99% yang banyak terjadi di lapangan adalah masih banyak ditemukan masyarakat yang melakukan levering atau menyalur listrik dari tetangga.

Secara pelayanan, masyarakat  tersebut sudah menikmati listrik, namun tidak tercatat di data PLN. Bagi masyarakat yang masih menyalur, diimbau segera mendaftar proses pasang baru ke PLN.

“Proses pasang baru saat ini sangat mudah. PLN telah menyediakan banyak media bagi masyarakat untuk melakukan pasang baru. Bisa melalui Contact Center PLN 123, web PLN www.pln.co.id ataupun melalui aplikasi PLN Mobile,” jelas Rudi.

Selain tidak terdata, proses menyalur listrik sangat berbahaya karena instalasinya tidak aman sehingga bisa berpotensi membahayakan jiwa. Selain itu, juga merupakan pelanggaran dan bisa dikenai sanksi ketika ditemukan oleh tim pemeriksa.

Baca juga:  1.396 RTM di NTB Dapat Sambungan Listrik Gratis

Efek lain yang akan sangat dirasakan oleh masyarakat dari proses menyalurkan adalah tegangan yang tidak stabil. Dengan menjadi pelanggan PLN, tegangan listrik baik di sisi rumah penyalur dan rumah yang disalurkan akan lebih stabil karena menerima suplai listrik langsung dari PLN.

Terkait kendala belum adanya jaringan, PLN melalui program Listrik Pedesaan telah merencanakan pembangunan  jaringan baru. Misalnya di Dusun Punik di Kabupaten Sumbawa Besar dan Dusun Oi Panihi sampai dengan Dusun Oi Katupa di Kabupaten Bima. Diharapkan upaya tersebut dapat mempercepat peningkatan Rasio Elektrifikasi di tahun 2019 ini.

Sedangkan di sisi pembangkitan, PLN UIW NTB telah mempersiapkan beberapa pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan beban dengan total daya 250 MW di lokasi tersebar. Beberapa pembangkit yang sudah dan akan segera dioperasikan yaitu PLTMG Lombok Peaker, PLMTG Sumbawa dan PLTMG Bonto.

“Semua yang dilakukan PLN merupakan wujud nyata PLN untuk mendukung upaya pembangunan di Provinsi NTB. Kami berharap dukungan dari seluruh stake holder untuk dapat mewujudkan Nusa Terang Benderang,” pungkas Rudi. (bul)