Taufik, Anak Disabilitas Penyelamat Wisatawan Ditangani Dokter Malaysia

Taufik (12) bersama ahli kedokteran dari Malaysia. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Taufik (12), disabilitas asal Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) akhirnya ditangani dokter Malaysia. Proses penyembuhannya diawali tahap observasi yang sedang berlangsung di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB, Jumat, 29 Maret 2019.

Nama Taufik menjadi buah bibir setelah disebut sebagai pahlawan penyelamat oleh wisatawan Malaysia, buntut peristiwa longsor pascagempa Minggu, 17 Maret 2019 di Air Terjun Tiu Kelep, Desa Senaru. Dengan keterbatasan pendengaran dan mengalami tunawicara, namun Taufik berhasil membantu para wisatawan keluar dari kawasan bahaya itu.

Aksinya mengundang simpati sekaligus keprihatinan warga Malaysia, khususnya dari lembaga sosial Global Peace Mission Malaysia yang ingin membantu penyembuhan disabilitas yang dialaminya. Jumat kemarin, Prof. Dato’ Dr. Lokman Saim datang langsung mewakili Pemerintah Malaysia untuk melakukan observasi kesehatan Taufik.

‘’Beliau (Taufik) sudah banyak membantu waktu gempa di Lombok. Jadi kita harus membantu beliau juga,’’ kata Lokman Saim kepada wartawan di RSUP NTB.

Lokman mengaku sudah berkoordinasi dengan tim medis RSUP NTB terkait hasil observasi awal. Tim dokter THT (Telingan Hidung Tenggorokan) menyampaikan kabar menggembirakan soal kemungkinan pendengaran Taufik bisa dipulihkan.

‘’Cukup bagus. Dari pemeriksaan tersebut sudah dibentangkan kepada saya, besar kemungkinan dia boleh mendengar, alat paling dalam itu ada, dengan menggunakan alat bantu nanti,’’ ujarnya.

Lokman juga prihatin pada kondisi Taufik yang tunawicara. Ia juga akan membantu proses pemulihannya dan tetap berkoordinasi dengan petugas medis RSUP NTB.  Ia berharap Taufik segera pulih seperti anak anak sebayanya.

Taufik dihadirkan di pertemuan tersebut. Seperti biasa, ekspresinya datar karena hanya bisa mengandalkan pengelihatannya.  Penangan medis bocah relawan pemandu wisata di Tiu Kelep ini sementara masih terkonsentrasi di RSUP NTB. Sembari berkoordinasi dengan petugas medis utusan Malaysia yang memang pernah berjanji untuk kesembuhan Taufik.

Sementara Direktur RSUP NTB, dr.H.Lalu Hamzi Fikri menambahkan, kasus kesehatan yang dialami Taufik memberi inspirasi pihaknya untuk memberikan penyembuhan pada anak- anak lainnya.

‘’Ketika kasus ini dikerjakan di sini, harapannya Taufik -Taufik yang lain bisa dikerjakan dan  ditangani di sini,’’ harapnya.

Sementara soal pembiayaan tidak disebutnya, namun tidak sepeserpun dibebankan kepada Taufik dan keluarganya.  “Pembiayan akan kita upayakan berbagai sumber. Sedangkan untuk operasi, biaya kategori tindakan butuh ketelitian  dan teknologi tinggi,’’ pungkasnya. (ars)