PT. Riway International Serahkan Bantuan 300 Huntap Risba untuk Korban Gempa NTB

Chief Operating Officer  PT. Riway International, Ivy See Chein Ling foto bersama dengan masyarakat korban gempa penerima bantuan huntap model Risba di Desa Gerimax Indah Kecamatan Narmada Lobar. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Perusahaan asal Singapura, PT. Riway International menyerahkan bantuan sebanyak 300 hunian tetap (huntap) model Rumah Instan Baja (Risba) untuk korban gempa NTB. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Desa Gerimax Indah Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar) oleh Chief Operating Officer  PT. Riway International, Ivy See Chein Ling.

Acara tersebut dihadiri  Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Mayjen Dody Usodo Agro, Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM, pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Anggota Tanggap Musibah Forum Masjid Musalla BSD, Dra. Hj. Sumintri Wido dan ratusan masyarakat Desa Grimax Indah.

Kepala Desa Gerimax Indah Kecamatan Narmada Lombok Barat (Lobar), Habibullah, S.PdI., mengatakan masyarakat Desa Gerimax yang mendapatkan bantuan Huntap model Risba tersebut sangat bahagia. Atas nama pemerintah desa mewakili masyarakat khususnya yang penerima bantuan Risba, Habibullah  mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT. Riway International yang telah memberikan bantuan Huntap kepada 50 KK yang rumahnya rusak berat di Desa Gerimax Indah. “Masyarakat penerima memang sudah sangat prioritas dan sangat layak kami layani,” ujarnya.

Habibullah mengatakan pembangunan huntap model Risba tersebut dilaksanakan selama 52 hari. Kurang dari dua bulan mampu terbangun huntap Risba sebanyak 50 unit di Desa Gerimax Indah.

“Atas nama pemerintah desa mewakili masyarakat, kaitan dengan bantuan Risba. 50 orang ini merupakan perwakilan dua dusun yang terparah kena gempa,” katanya.

Habibullah kembali mengucapkan terima kasih kepada PT. Riway International dan BPBD NTB  yang telah memberikan bantuannya ke Dusun Kembang Kuning dan Karang Anyar Desa Gerimax Indah. Ia mengatakan bantuan huntap Risba tersebut terbukti tahan gempa.

Pada kejadian gempa beruntun magnitudo 5,4 dan 5,1, Minggu (17/3) lalu, masyarakat tidak keluar rumah. “Ketika gempa masyarakat tidak lari keluar rumah. Kami sangat mengapresiasi dan sangat berbahagia dengan bantuan ini,” kata Habibullah.

Pada kesempatan tersebut, Habibullah mengharapkan ada bantuan pembangunan Risba lagi dari PT. Riway International atau lembaga lainnya. Ia mengatakan masyarakat yang rumahnya hancur akibat gempa, sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Sementara itu, Chief Operating Officer  PT. Riway International, Ivy See Chein Ling mengaku sangat terharu dengan sambutan masyarakat Desa Gerimax Indah. Ia berharap para korban gempa tetap terus bersabar dan tabah menghadapi cobaan.

Ketika turun dari mobil dan disambut kesenian Gendang Beleq, Ivy mengaku teringat waktu masih kecil. Melihat banyaknya rumah warga yang rusak akibat gempa, Ivy mengatakan waktu kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya. Kondisi rumah yang ditempati bocor dan kena banjir kalau musim hujan.

“Saya tinggal bersama nenek, rumah saya lebih buruk daripada yang ada di sini. Atapnya bocor. Kelihatan bulan dan bintang. Setiap turun hujan, nenek sangat khawatir. Karena rumah bocor. Memang banyak cobaan untuk kita. Tetapi kita harus tabahkan hati,” ujarnya.

Ia mengaku baru pertama kali datang ke Lombok. Ia melihat masyarakat Lombok ramah dan harmonis. Ia mengatakan pimpinan PT. Riway International sangat tersentuh melihat bencana gempa yang sangat besar melanda NTB, Agustus 2018 lalu.

Sehingga, pimpinan PT. Riway International menyalurkan bantuan berupa pembangunan Huntap sebanyak 300 unit bagi korban gempa di NTB. Bantuan Huntap yang diberikan PT. Riway International tersebar di empat kabupaten, yakni Lombok Utara 100 unit, Lombok Timur 100 unit, Lombok Barat 50 unit dan Sumbawa Barat 50 unit.

Penyaluran bantuan dilakukan  melalui Kemenko PMK dan atas koordinasi yang baik antara BPBD NTB yang saat itu dilakukan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi, sehingga disepakati untuk membangun 300 unit huntap model Risba di NTB.

“Harapan kami agar rumah yang disumbang oleh PT. Riway bisa memberikan kenyamanan dan cepat dapat digunakan oleh korban gempa di Lombok,” kata Ivy. Sehingga korban gempa dapat beraktivitas kembali seperti biasa. “Rumah ini tahan gempa dan yang tinggal akan merasa lebih aman dan tenang,” katanya.

Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Kemenko PMK, Mayjen Dody Usodo Agro mengatakan kehadiran Kemenko PMK  dalam rangka mendorong percepatan penanganan pascagempa NTB. Kemenko PMK sangat konsen dalam upaya pemulihan dan peningkatan kembali kesejahteraan masyarakat terdampak bencana.

“Kemenko PMK mengucapkan terima kasih kepada PT. Riway International. Tadi bisa mendengar langsung dari masyarakat, kalau bisa tambah lagi bantuannya,” kata Dody.

Dody mengatakan atas nama Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat  mengucapkan terima kasih kepada PT. Riway International yang telah membantu pembangunan huntap bagi korban gempa di NTB. Kemenko PMK juga berterima kasih kepada unsur TNI/Polri yang ikut turun menyelesaikan percepatan penanganan bencana di NTB. Sementara Asisten III Administrasi Umum dan Kesra Setda NTB, Ir. Hj. Hartina, MM juga memberikan apresiasi kepada PT. Riway International yang datang membawa  bantuan nyata yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat sejumlah 300 KK. Hartina mengatakan bantuan Huntap tersebut dapat dibangun dalam waktu yang cukup singkat yakni  dalam waktu 52 hari sudah jadi rumah 300 unit. “Apresiasi juga ke Kemenko PMK yang memfasilitasi bantuan ini,” katanya.

Anggota Tanggap Musibah Forum Masjid Musala BSD, Dra. Hj. Sumintri Wido berharap bantuan pembangunan rumah tahan gempa model Risba dapat ditambah lagi. Mengingat masih banyak warga yang membutuhkan bantuan sesuai dengan laporan Kepala Desa Gerimax Indah. (nas/*)