Membangun SDM Butuh Konsistensi

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB. Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., menyatakan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) tidak seperti membangun infrastruktur. Dikatakan pembangunan SDM tidak akan dapat langsung terlihat hasilnya.

“Membangun SDM tidak seperti membangun infrastruktur, yang akan langsung terlihat hasilnya. Membangun SDM membutuhkan konsistensi, dan tekad yang berkelanjutan, harus konsisten,” kata wagub saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) tahun 2019 di Kawasan Wisata  Senggigi Lobar, Selasa, 26 Maret 2019 siang.

Wagub mengingatkan kembali tentang visi dan misi NTB. Visi NTB Gemilang, salah satu misinya adalah mewujudkan NTB sehat dan cerdas. Ia mengatakan BKKBN sangat strategis dalam membantu dan mewujudkan misi tersebut.

Untuk itu, ia  mengajak peserta yang hadir untuk mulai mengubah mindset dan mengedepankan pembangunan keluarga “Jika kita berpikir secara holistik, pembangunan keluarga sangatlah penting,” katanya.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Orang nomor dua di NTB ini mengatakan sepengetahuannya, BKKBN Perwakilan NTB memiliki sinergi yang sangat baik. Sinergi dengan seluruh stakeholders inilah yang menjadi poin penting agar menjadi satu kekuatan besar.

Dalam kesempatan ini Wagub juga berpesan agar konsistensi koordinasi dan sinergitas yang dibangun untuk senantiasa dijaga dan ditingkatkan. “Konsistensi itu harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Ibu-ibu dalam organisasi juga memiliki peran yang luar biasa,” ujarnya.

Menurut Wagub, tidak mungkin birokrasi menjalankan perannya sendiri, stakeholders lain juga harus ikut bergotong royong, tentunya dengan perannya masing-masing. Harapannya, sinergitas itu lebih tajam lagi.

Wagub juga menyinggung revitalisasi posyandu yang sedang gencar pemerintah canangkan.  Ia mengatakan permasalahan  harus dilihat mulai dari hulu, sehingga hasilnya akan kelihatan. Untuk itulah Pemprov sedang mendorong posyandu  yang ada di NTB betul-betul berdaya.

“Inilah  peran BKKN untuk bersinergi dengan Dinas Kesehatan dan stakeholders lainnya dalam upaya mewujudkan posyandu kita menjadi garda terdepan dalam mewujudkannya NTB yang sehat dan cerdas,” pintanya.

Baca juga:  Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan dan Kesehatan Keluarga di NTB

Kegiatan  Rakerda tersebut  dimulai sejak kemarin, (25/3) dengan Pra Rakerda yang diikuti sebanyak 185 peserta. Sedangkan pada Selasa, 26 Maret 2019, jumlah peserta diperkirakan hadir sebanyak 329 orang. Peserta terdiri dari perwakilan mitra kerja Kabupaten /kota sebanyak 55 peserta, mitra kerja Provinsi sebanyak 89 peserta dan  peserta yang sudah mengikuti Pra Rakerda sejak kemarin sebanyak 185 peserta.

Plh. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Drs. Sama’an, M.Si., menjelaskan tujuan Rakerda program KKBPK Tahun 2019 ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan dukungan Kementerian /Lembaga, Pemerintah Daerah dan Mitra Kerja dalam mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui Program KKBPK yang terintergrasi. Kegiatan tersebut mengangkat  tema Meningkatkan Sinergitas Impelementasi Program Kerja Pusat dan Daerah dalam mewujudkan Penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas. (nas)