Bertemu Menteri PUPR, Gubernur Usulkan 24 Proyek Strategis

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah didampingi jajaran bertemu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc., bersama jajaran bertemu Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian PUPR Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. Gubernur membawa usulan 24 proyek strategis bidang ke-PU-an, salah satunya percepatan pembangunan jalan by pass dari Lombok International Airport (LIA) menuju KEK Mandalika.

Gubernur mendatangi Menteri PUPR didampingi Direktur ITDC, Abdulbar M. Mansoer, Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP, Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP, Kepala Dinas Perkim NTB, Ir. IGB. Sugihartha dan Sekretaris Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1.

“Siang ini (kemarin, Red) bersama Menteri PU dan Direktur ITDC membahas akses jalan dari BIL (LIA) ke Mandalika. Insya Allah pemerintah pusat akan bertindak cepat dan menyelesaikannya segera,” kata Gubernur.

Pembangunan akses jalan dari bandara ke KEK Mandalika merupakan perintah Presiden Jokowi dalam rangka mendukung NTB sebagai tuan rumah MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika. Selain pembangunan akses jalan, Presiden juga memerintahkan perpanjangan landasan pacu (runway) LIA dan pembenahan Pelabuhan Lembar. Bahkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan juga akan membangun rumah sakit internasional di Mandalika.

Baca juga:  Yuk, Intip Bocoran Strategi Gubernur Kembangkan Ternak Sapi di NTB

Dalam surat Gubernur No. 600/III/DISPU/2019 yang ditujukan kepada Menteri PUPR perihal usulan pembangunan infrastruktur Mendukung Event MotoGP. Gubernur menjelaskan berdasarkan arahan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja di NTB, Jumat (22/3) dalam rangka persiapan NTB sebagai tuan rumah penyelenggaraan MotoGP di KEK Mandalika 2021.

Maka perlu dilakukan upaya percepatan pembangunan infrastruktur penunjang antara lain pembangunan jalan dari LIA menuju KEK Mandalika. Selain itu dibutuhkan juga infrastruktur Bidang Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya serta Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Gubernur mengharapkan Menteri PUPR dapat menganggarkan dalam APBN agar infrastruktur dimaksud dapat berfungsi tahun 2021.

24 proyek strategis bidang ke-PU-an yang diusulkan Gubernur antara lain Bidang Bina Marga delapan proyek strategis. Yakni pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika sepanjang 17 km, peningkatan jalan Mantang-Praya sepanjang 3 km, Peningkatan Jalan Kuta – Keruak sepanjang 13,5 km, Peningkatan Jalan Kuta – Keruak dua jalur empat lajur sepanjang 7 km, Peningkatan Jalan Kediri-Praya sepanjang 3 km, Peningkatan Jalan Penujak – Tanak Awu sepanjang 3 km, peningkatan jalan Rembiga – Pemenang sepanjang 18,04 km serta penggantian jembatan Kabul ruas Penujak-Montong Ajan sepanjang 20 meter.

Baca juga:  Isu Gelaran MotoGP Diundur, Diduga Terkait Persaingan Bisnis

Bidang Sumber Daya Air sebanyak enam proyek. Antara lain Rehabilitasi jaringan irigasi DI Mujur II seluas 3.506 hektare, Rehabilitasi jaringan irigasi DI Surabaya seluas 3.258 hektare, rehabilitasi jaringan irigasi DI Batujai seluas 3.580 hektare, Pembangunan saluran banjir (Canal Flood) sepanjang 8 km, peningkatan kapasitas tampungan Embung Retensi sebanyak 6 unit dan Penyediaan air baku KEK Mandalika sepanjang 46 km dengan debit 110 liter/detik.

Bidang Cipta Karya sebanyak tujuh usulan proyek. Antara lain Peningkatan TPA Pengengat Blok 2 Mendukung KEK Mandalika, Pembangunan SPAM Regional Kawasan Mandalika, Penataan Kawasan Bikepark Meninting Senggigi, Peningkatan kualitas permukiman kawasan pedesaan Potensial Kecamatan Sekotong, pembangunan gedung Tempat Evakuasi Sementara, Penataan Kawasan Pengembangan Destinasi Wisata Pantai Are Guling dan Penataan Kawasan Pengembangan Destinasi Wisata Mawun.

Untuk bidang perumahan dan permukiman diusulkan tiga proyek. Yakni, Pembangunan rumah susun pekerja pariwisata KEK Mandalika 260 unit, pembangunan rumah susun pekerja pariwisata KEK Mandalika tipe 36 empat lantai 68 unit dan bantuan stimulan rumah swadaya dalam bentuk homestay sebanyak 30 desa di Lombok Tengah. (nas)