Siapkan MotoGP, Gubernur Temui Menhub dan Menteri PUPR

Kawasan Mandalika (Suara NTB/kir)

Mataram (Suara NTB) – Menindaklanjuti dan mengawal janji pemerintah pusat yang akan membangun tiga infrastruktur dalam mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2021. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc., dan jajaran jemput bola ke pusat.

Gubernur bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) direncanakan bertemu dengan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa, 26 Maret 2019. Langkah yang dilakukan gubernur tersebut untuk memastikan percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung sebelum pelaksanaan MotoGP 2021.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan kunjungan Presiden Joko Widodo membawa banyak rezeki bagi NTB. Wagub menyebut apa yang disampaikan Presiden, yang sudah memerintahkan Menhub dan Menteri PUPR membangun tiga infrastruktur pendukung pelaksanaan MotoGP merupakan rezeki bagi NTB.

“Tinggal bagaimana NTB bisa mengatur dirinya agar rezeki itu bisa terealisasi. Kita bisa prepare semuanya dengan sebaik-baiknya,” kata Wagub dikonfirmasi usai membuka acara Forum Konsultasi RKPD 2020 di Kantor Bappeda NTB, Senin, 25 Maret 2019.

Tiga infrastruktur yang akan segera dibangun sesuai perintah Presiden Jokowi adalah perbaikan Pelabuhan Lembar, perpanjangan runway Lombok International Airport (LIA) dan pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika. Wagub juga mengatakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga akan membangun rumah sakit internasional mendukung MotoGP 2021. “Besok Selasa (hari ini, red) Pak Gubernur  ke Menteri Perhubungan dan Menteri PUPR untuk mem-follow up. Kita harus proaktif,” ujar orang nomor dua di NTB ini.

Baca juga:  Kawasan Mandalika Butuh 56 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M. TP menambahkan, Presiden Jokowi sudah menyampaikan arahan bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah kabupaten dan provinsi akan mem-back up NTB sebagai tuan rumah MotoGP.  Yakni dengan adanya  momentum NTB sebagai tuan rumah MotoGP, runway LIA akan segera diperpanjang menjadi 3.000 meter, sehingga LIA dapat didarati pesawat berbadan lebar.

Ia mengatakan janji untuk memperpanjang runway LIA sudah diutarakan pemerintah pusat sejak masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun hingga saat ini masih belum terealisasi.

“Mungkin sekarang ditunaikan janji itu oleh PT. Angkasa Pura. Karena ini keharusan. Karena MotoGP ini membutuhkan dukungan untuk logistik. MotoGP ini akan datang ratusan ribu orang, dan logistik-logistik yang cukup besar melalui udara,” katanya.

Logistik para pebalap MotoGP, kata Ridwan harus diangkut lewat bandara. Untuk mengangkutnya maka menggunakan pesawat berbadan lebar. “Kalau pesawat berbadan lebar baru full capacity kalau runway-nya 3.000 meter,” ujarnya.

Baca juga:  Lombok-Sumbawa Jadi Destinasi Wisata Super Prioritas Nasional

Selain perpanjangan runway LIA, juga akan dilakukan perbaikan di Pelabuhan Lembar. Baik di Pelabuhan Peti Kemas dan Kapal Pesiar yang berada di Gili Mas maupun pelabuhan penyeberangan Lembar – Padangbai.

Orang berkunjung ke Lombok  tidak  semua lewat bandara. Mereka menyeberang dari Bali ke Lembar. Bisa melalui Gili Mas dan pelabuhan penyeberangan. Tapi persoalannya dermaga pelabuhan penyeberangan itu tidak seimbang.

Jumlah dermaga di Padangbai dan Lembar itu tak seimbang. Di Padangbai baru dua dermaga sementara Lembar sudah tiga dermaga. “Pak Gubernur minta supaya PT. ASDP membangun dermaga yang cukup menyongsong MotoGP.Termasuk fasilitas penunjang seperti terminal,” katanya.

Kemudian, pembangunan akses jalan by pass LIA-KEK Mandalika sepanjang 17 km. Untuk pembangunan jalan ini, butuh anggaran sekitar Rp1,2 triliun. Dinas PUPR NTB telah mendapat informasi bahwa pembebasan lahan juga akan ditanggung pemerintah pusat.

“Tinggal sekarang kita kawal. Pak Gubernur, Kepala Bappeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perhubungan dan beberapa kepala OPD akan audiensi dengan Menteri PUPR dan Menteri Perhubungan,” kata Ridwan.

Pembangunan tiga infrastruktur pendukung MotoGP tersebut harus dipastikan masuk perencanaan 2020 mendatang, sehingga gubernur bersama sejumlah pimpinan OPD terkait menemui Menhub dan Menteri PUPR di Jakarta. (nas)