Senanggalih, Desa Wisata Anggur di Lotim

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meresmikan desa wisata anggur di Lotim. (Suara NTB/humasntb)

Selong (Suara NTB) – Desa Senanggalih Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Minggu, 24 Maret 2029 diresmikan Wakil Gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah sebagai desa wisata anggur. Sebutan desa wisata anggur ini, karena setiap gang dan pekarangan rumah penduduk di desa ini tumbuh tanaman anggur. Wagub pun sempat memetik buah anggur di pekarangan warga.

Menjadi desa wisata, potensinya tentu tak sekadar anggur. Tapi harus memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan warganya. Wagub mengingatkan ke depan Desa Wisata Anggur tersebut harus berhasil dan masyarakat harus siap untuk mewujudkannya.

Mewakili Bupati Lotim, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim, Dr. H. M. Mugni menguraikan Senanggalih ini sudah dibuatkan Surat Keputusan (SK) dinas sebagai desa wisata. Nantinya siap akan ditingkatkan statusnya dengan SK Bupati. Di mana konsep pembangunan pariwisata di Lotim ini berbasis masyarakat.

Senanggalih dengan jargon anggurnya bisa dikemas sebagai produk wisata. Dispar Lotim pun siap memasarkan ide cerdas dari masyarakat Desa Senanggalih tersebut. “Tugas kami untuk mempromosikan,” paparnya.

Kepala Desa Senanggalih, H. M. Suparlan mengutarakan, pilihan warganya mewujudkan desa wisata anggur, karena sejauh ini belum ada satupun di desa-desa wisata lain memiliki trade mark anggur. Pilihannya anggur karena masyarakat Desa Senanggalih ini sudah lama mengenal anggur.

Dengan adanya anggur bisa membantu perekonomian rumah tangga. Ketika tahun-tahun ini orang warga desa lain sibuk dengan gempa, warga Senanggalih justru sibuk dengan urusan anggur. Komoditi anggur yang ditanam warga diakui masih lokal. Rencana pengembangan ke depan akan ada anggur merah, anggur tanpa biji dan anggur jenis lainnya yang menambah keunikan dari anggur di Desa Wisata Anggur Senanggalih.

Keberadaan anggur sejauh ini cukup membantu perekonomian dan kesehatan masyarakat.Harga jual anggur Rp 22 ribu per kilogram. Ketika dibawa keluar bisa tembus Rp 50 ribu per kilogram. Potensi anggur dinilai sangat bagus. Tanaman buah anggur di pekarangan ini membuat warga senang.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi, Lalu Faozal mengemukakan Senanggalih belum masuk dalam daftar desa-desa wisata yang akan diwujudkan provinsi. Dituturkan, saat ini untuk menentukan desa wisata sedang dilakukan scoring potensi. Ada beberapa hal yang harus dimapingkan.

Pertama aksesibilitas. Apakah desa tersebut bisa memungkinkan menjadi desa wisata.
Kemudian Sumber Daya Manusia yang mumpuni dan mengelola wisata secara mandiri. Infrastruktur desa juga apakah bersesuaian dengan wiasta. Budaya juga menambah daya tarik desa wisata.
Target provinsi sebutnya 99 desa akan dijadikan desa wisata. Mewujudkan desa wisata ini tidak bisa langsung selesai dalam satu tahun. Tahun 2019 ini didorong 25 desa terwujud menjadi desa wisata. Enam di antaranya ada di Lotim.
Di Lotim desa yang sudah ditetapkan sebagai desa wisata adalah Tetebatu, Sembalun, Kembang Kuning, Pringgasela, Tanjung Luar. (rus)