Lulus Seleksi, CPNS Pemprov NTB Mengundurkan Diri

Kepala BKD NTB, H. Fathurrahman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satu orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov NTB hasil seleksi 2018 lalu atas nama Ni Gusti Ayunita mengundurkan diri. Dia selanjutnya digantikan Feri Anggriawan yang merupakan peserta berikutnya yang memperoleh nilai tertinggi ke dua sesuai hasil integrasi nilai SKD dan SKB CPNS 2018.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 24 Maret 2019  membenarkan ada satu CPNS Pemprov yang lulus seleksi pada 2018 lalu mengundurkan diri.  Pada seleksi CPNS 2018 lalu, Ni Gusti Ayunita melamar untuk jabatan Guru Seni Budaya Ahli Pratama. Lokasi formasi di SMAN 2 Dompu.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Dalam surat pernyataan yang diunggah di laman BKD NTB dijelaskan alasan Ni Gusti Ayunita mengundurkan diri menjadi CPNS Pemprov NTB. Dalam surat pernyataan yang dibuat bermterai 6.000 tersebut, ada empat alasan Ayunita mengundurkan diri jadi CPNS.

Antara lain, orang tua dalam hal ini bapaknya dalam kondisi sakit. Kemudian suaminya dinas di Mataram. Selanjutnya, ia belum lama melangsungkan pernikahan. Dan alasan terakhir, situasi, kondisi dan jarak penempatan yang menjadi pertimbangan.

Mengenai proses tahapan CPNS hasil seleksi 2018, Fathurrahman  mengatakan masih menunggu penyerahan Nomor Induk Pegawai (NIP) di Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hasil validasi Panselnas sebanyak 380 orang pelamar dinyatakan lulus dalam  seleksi CPNS Pemprov NTB 2018. Dari 433 formasi yang diperoleh Pemprov  tahun 2018  sebanyak 380  formasi yang terisi. Sisanya, 53  formasi tidak terisi.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Formasi yang tak terisi tersebut, terdiri dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik atau guru. Untuk tenaga kesehatan sebanyak 43 formasi. Dengan rincian 37 dokter spesialis ahli pertama, 1 orang doker  gigi, sanitarian ahli pertama 1 orang, sanitarian terampil 1 orang, teknis elektromedis ahli pertama 1 orang, teknisi transfusi darah 2 orang. Kemudian untuk formasi tenaga guru sebanyak 9 orang. Dengan rincian guru Agama Katholik ahli pertama dan guru nautika kapal penangkap ikan ahli pertama 8 orang. (nas)