Wagub : Jangan Takut ke NTB

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Pascagempa, perekonomian NTB diyakini terus membaik. NTB sudah sangat siap dari segala sisi. Seperti objek-objek wisata yang ada di NTB sudah kembali pulih. Para wisatawan tidak perlu takut datang ke NTB.

Hal ini diutarakan Wakil Gubernur NTB (Wagub), Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah usai meresmikan Desa Wisata, Desa Senanggalih, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Minggu, 24 Maret 2019.

Menurut Wagub, NTB justru sekarang malah lebih siap. Musibah bencana gempa menurutnya telah memberikan banyak  pembelajaran. Terlihat saat gempa terakhir pada Minggu, 17 Maret 2019 lalu, sehari saja langsung bisa dipulihkan.

Sebagai destinasi wisata, NTB merupakan daerah yang kaya. Konsep destinasi wisata halal terus dikembangkan. Salah satu caranya melalui pengembangan desa-desa wisata. Melalui desa wisata ini diyakinkan bisa bangkit dari keterpurukan pascagempa.

Hanya saja, untuk bisa maju, kata Wagub tergantung masyarakatnya. ‘’Pemerintah posisinya adalah mendukung, saat ini sudah banyak desa yang sudah survive sendiri tanpa ada bantuan dari pemerintah,’’ ucapnya.

Desa wisata adalah salah satu program Pemprov NTB. Desa wisata bisa memberdayakan masyarakat. Melalui desa wisata bisa memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Keindahan alam dan potensi sumber daya flora dan fauna. Wisata halal akan lebih mudah didapatkan melalui desa wisata.

‘’NTB kan 90 persen lebih muslim. Kultur masyarakat muslim akan didapat di desa wisata,’’ terangnya.

Menjadi desa wisata katanya tidak bisa dengan main sulap. Desa wisata itu harus berkelanjutan. Guna mewujudkannya harus dengan bekerja keras. Tidak mungkin desa wisata itu maju tanpa ada dukungan dan kerja keras. Masyarakatnya juga harus saling bahu membahu.

Desa wisata ini memang perlu satu keunikan. Salah satu keunikannya adalah kebersihan. Seperti ada di salah satu desa wisata di Bali. Desa yang disebut sangat bersih bahkan terbersih di dunia. Keunikan ini telah mengundang banyak wisatawan datang. Menjadi desa wisata juga berarti masyarakat desa siap menerima tamu.

Sebagai daerah yang kerap dilanda gempa, diminta Wagub tidak kemudian disebut sebagai daerah rawan gempa. Rawan gempa bukan jadi hambatan untuk membangun. Banyak sekali provinsi lain di luar NTB juga rawan gempa. Hal ini dikarenakan Indonesia yang indah dan subur ini di satu sisi memang kerap terjadi gempa.

Kata Wagub, yang perlu saat ini adalah menyesuaikan diri. Gempa yang sudah pernah terjadi ini disyukuri banyak hikmahnya. (rus)