Bekraf Sosialisasi KreatiFood sebagai Peluang Pasar Kuliner Lokal

Fahmy Akmal selaku Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri saat Menyampaikan Materi

Mataram (Suara NTB) – Sebagai upaya pemerintah mendukung berkembangangnya sektor kuliner di Indonesia, badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui KreatiFood sebagai wadahuntuk memfasilitasi pelaku usaha rintisan kuliner. Kreatifood merupakan kerjasama antara Bekraf melalui Deputi Pemasaran dan Deputi Akses Permodalan bersama Perkumpulan FoodStartup Indonesia (FSI).Setelah diadakan di Medan dan Semarang, Bekraf hadir di Mataram untuk mensosialisasikan KreatiFood dan Kreatifood x 2019 pada Jumat,  22 Maret 2019.

Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmy Akmal, menargetkan 100 pelaku usaha kuliner NTB bias mengikuti KreatiFood tahun ini. “ Mataram dipilih sebagai lokasi sosialisasi melihat dari banyaknya jumlah peserta FSI di tahun-tahun sebelumnya. Juga kami lakukan untuk menjangkau peserta wilayah Indonesia Timur,” terangnya. Program Kreatifood sendiri direncanakan digelar di Surabaya  tanggal 5-7 Juli 2019 nanti.

Fahmy menjelaskan program KreatiFood di Indonesia diharapkan bias mengangkat produk kuliner Indonesia. Oleh karenanya, pelaku kuliner NTB dipersilakan mengikuti program ini mengingat usaha kuliner disini berkembang pesat.“Tidak menutup kemungkinan nanti kedepannya, bias dikembangkan ekossitem kuliner misalnya di kawasan Mandalika,” ujarnya.

Startup kuliner di Indonesia sekarang ini berjumlah 250 startup dan setiap tahunnya diharapkan bias bertambah.“Targetnya tahun ini bias bertambah 50 startup yang pasarnya tidak hanya nasional saja, tetapi bisa go internasional,” harap Fahmy. Ia menambahkan kehadiran masyarakat , pemerintah, konsumen, investor dan stakeholder dalam Kreatifood 2019 dapat memperluas pasar produk kreatif sehingga tercipta titik temu transaksi antara produsen dan konsumen.

Kepala  Sub Direktorat Dana Masyarakat, Deputi Akses Permodalan, Hanifah menerangkan alumni Foodstartup se-Indonesia sudah ada sebanyak 240 startup dan 20 diantaranya sudah mampu ekspor produk. “Salah satu alumni FSI asal Banyuwangi sekarang ekspor produk ke Italia.Tentunya kami bangga, karena untuk ekspor pastinya mereka sudah memiliki prosedur yang sesuai,” sebutnya.

Sosialisasi  KreatiFood, ujar Hanifah, dilaksanakan di 11 kota di seluruh Indonesia dan Mataram adalah salah satunya. “Apalagi NTB belum lama ini terkena musibah gempa sehingga kami juga bertujuan membantu usaha kuliner disini serta memperluas pemasarannya,” imbuhnya. Para alumni FSI di Mataram juga bias turut membantu menyebarkan manfaat mengikuti FSI ini.

Hanifah menerangkan 92% usaha kuliner dibangun dari modal pribadi sehingga Bekraf melalui KreatiFood bertujuan mempersiapkan pengusaha mengingkatkan kapasitas diri dan usaha nya agar lebih paham. Selain itu memudahkan mereka mendapatkan investor yang tertarik menyuntikkan dana. “Para investor ini bias berasal dari perbankan atau non perbankan,” ujarnya. Dengan adanya sosialisasi KreatiFood ini, diharapkan nantinya akan diusahakan pelaku usaha kuliner ini untuk dipertemukan dengan investor.

“Di tengah teknologi  yang berkembang, semua pelaku kuliner dan kreatif harus melek teknologi. Selain memudahkan menjangkau konsumen yang lebih luas, juga mampu mengembangkan usahanya,” kata Hanifah. Ia berharap di tahun ini, lebih banyak lagi pelaku usaha kuliner di NTB bias mengikuti FSI dan KreatiFood ini.(r)