BPKP Temukan 13.000 Penerima Bantuan Dana Stimulan Diduga Bermasalah

Mohammad Rum (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Ir. Mohammad Rum, MT mengatakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan 13.000 penerima bantuan dana stimulan diduga bermasalah. BPKP menemukan hampir 13.000 penerima bantuan dobel KTP/NIK.

‘’Hampir 13.000 yang double KTP. Itu dari BPKP,’’ kata Rum dikonfirmasi di sela-sela kunjungan Presiden Jokowi di Mataram, Jumat, 22 Maret 2019.

Karena ditemukan hampir 13.000 penerima bantuan  KTP-nya dobel. Maka 6.000 orang harus ditarik dana bantuannya. Dana bantuan stimulan tersebut kemudian akan ditarik ke rekening BPBD. Selanjutnya didistribusikan kepada calon penerima yang valid.

Baca juga:  Oknum Pemborong Diduga Bawa Kabur Uang Proyek RTG

Rum mengatakan, penerima bantuan yang KTP-nya dobel sebagian besar di Lombok Utara, Lombok Barat dan beberapa di kabupaten lainnya.  ‘’NIK-nya dobel,  sehingga dia mendapatkan dua kali transfer. Misalnya nama saya Rum. Tapi saya dapat lagi SK Bupati, nama saya M. Rum. NIK-nya sama,’’ katanya mencontohkan.

Ketika ada transfer dana stimulan sebesar Rp50 juta untuk penerima bantuan atas nama Rum. Orang yang namanya M. Rum juga mendapatkan transfer sebesar Rp50 juta, padahal NIK-nya sama. ‘’Ini yang akan ditarik ke  rekening BPBD. Akan dikembalikan ke masyarakat yang belum mendapatkan yang sudah valid datanya,’’ ujarnya.

Baca juga:  Percepat Rehab Rekon, Penerapan Zonasi RTG Belum Sepenuhnya Berjalan

Rum mengatakan, kejadian seperti ini diharapkan tak terulang kembali. Untuk itu, verifikasi rumah rusak berat, sedang dan ringan akibat gempa magnitudo 5,4 dan 5,1 di Lombok Timur harus benar-benar dipastikan NIK penerima bantuan satu. (nas)