Rp1,2 Triliun untuk Proyek By Pass LIA-KEK Mandalika

Kepala Dinas PUPR NTB, Wedha Magma Ardhi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk pembangunan proyek by pass Lombok International Airport (LIA) – KEK Mandalika. Anggaran sebesar itu juga akan digunakan untuk pembebasan lahan sepanjang 17 Km tersebut.

‘’Kurang lebih (dananya pembebasan lahan dan konstruksinya),’’ kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Ardhi, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 19 Maret 2019 siang.

Ardhi menjelaskan, proyek pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika sudah dibahas dalam Rapat Koordinasi Teknis Pembangunan (Rakortekbang) di Balikpapan belum lama ini. Dalam Rakortekbang tersebut dihadiri pejabat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian PUPR dan Ditjen Bangda Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

‘’Alhamdulillah, (pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika)  sudah kita bahas di Rakortekbang di Balikpapan,’’ tandasnya.

Terkait dengan pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika untuk mendukung kesiapan NTB sebagai tuan rumah MotoGP 2021, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc telah bersurat ke Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono. Menteri PUPR memberikan sinyal masalah pembebasan lahan yang selama ini menjadi kendala pembangunan akses jalan dari bandara menuju lokasi sirkuit Mandalika akan ditanggung lewat dana APBN.

Baca juga:  Gubernur : Jangan Terprovokasi Calo Tanah Proyek Bendungan Meninting

‘’Pak Menteri PU sudah memberikan sinyal, itu APBN akan membebaskan tanahnya sama konstruksinya,’’ kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR NTB, Ir. H. Syahdan, MM.

Berkaitan dengan percepatan pembangunan akses jalan sepanjang 17 Km dari LIA ke KEK Mandalika, Dinas PUPR NTB mengundang sejumlah pihak terkait membicarakan hal tersebut pada 18 Maret lalu. Pihak-pihak yang diundang antara lain Kementerian PUPR, Dinas Pariwisata, Indonesia Tourism Development Corporation dan Pemkab Lombok Tengah.

Pembangunan jalan by pass LIA-KEK Mandalika cukup krusial. Karena belum ada akses jalan yang memadai untuk keperluan MotoGP dari bandara ke lokasi penyelenggaraan MotoGP di KEK Mandalika.

Saat ini  memang sudah ada jalan dari LIA-KEK Mandalika. Namun yang dikhawatirkan ketika penonton atau pengunjung yang akan menyaksikan gelaran MotoGP apabila membeludak. Maka ruas jalan yang ada sekarang bisa crowded.

‘’Makanya segera akan kita selesaikan jalan LIA – KEK Mandalika, yang dua jalur empat lajur itu sepanjang 17 Km. Ini yang akan kita bahas,’’ kata Syahdan.

Baca juga:  Inspektorat Ingatkan Kontraktor Waduruka

Pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika selama ini terkendala masalah pembebasan lahan. Pemerintah pusat meminta provinsi dan kabupaten Lombok Tengah yang membebaskan lahan. Sementara untuk konstruksi jalan ditanggung pemerintah pusat.

Berkali-kali dilakukan rapat antara Pemprov dan Pemkab Loteng namun tak ada kesepakatan soal skema pembebasan lahan tersebut. Sehingga, Gubernur menyampaikan surat ke Menteri PUPR untuk meminta pembebasan lahan dilakukan oleh pemerintah pusat.

Pemda tak sanggup membebaskan lahan untuk pembangunan jalan tersebut karena anggaran daerah yang sangat terbatas. Belum lagi NTB baru saja dilanda bencana gempa.

Pada 2019 ini akan fokus pada pembebasan lahan. Selanjutnya pada 2020, konstruksi harus sudah mulai dilakukan. Pasalnya, pada 2021, lomba balap MotoGP sudah mulai dilaksanakan di KEK Mandalika.

Anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan seluas 87 hektare untuk pembangunan by pass LIA-KEK Mandalika  sekitar Rp200 miliar. Rencananya jalan akan dibangun jalan  dua jalur dan empat lajur. (nas)