LIA Operasional 24 Jam, AirAsia Buka Rute Lombok-Yogyakarta

Petugas tengah memperbaiki videotron di selasar terminal LIA. Terhitung sejak hari Jumat, 15 Maret 2019, LIA mulai beroperasi 24 jam. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Maskapai AirAsia dipastikan akan masuk mengisi satu slot time penerbangan pasca keputusan manajemen PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA) yang akan mengoperasikan LIA selama 24 jam penuh. Dimana akan ada rute Lombok-Yogyakarta yang dipastikan dibuka selain rute Lombok-Bali serta Lombok Perth (Australia).

“Jadi untuk slot time penerbangan di atas jam 12 malam itu sudah ada satu maskapai yang masuk yakni AirAsia. Untuk rute Lombok-Yogyakarta,” aku General Manager (GM) PT. AP I LIA, Nugroho Jati, kepada Suara NTB, usai penyaluran pinjaman lunak bagi UKM lingkar bandara, Senin, 18 Maret 2019 kemarin.

Dengan masuknya AirAsia tersebut, pihaknya berharap bisa memancing maskapai lainnya untuk ikut masuk. Karena dengan kebijakan operasional 24 jam tersebut, maskapai yang ingin membuka rute penerbangan di Lombok lebih leluasa dalam memilih slot time. “Sekarang mau buka rute penerbangan dengan slot time di atas jam 12 malam tidak jadi soal. Jadi waktu yang tersedia sangat fleksibel. Tidak ada lagi kendala soal jam operasional bandara,” tandasnya.

Baca juga:  Gubernur Puji Langkah Cepat Airasia

Menurutnya, beberapa bandara utama di Indonesia sekarang sudah menerapkan kebijakan operasional 24 jam. Untuk wilayah timur misalnya, bandara Djuanda Surabaya serta Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali, sudah lebih dulu menerapkan kebijakan tersebut. Sehingga bisa dikatakan operasional 24 jam bagi LIA sudah menjadi keharusan. Untuk mengantisipasi adanya rute-rute baru dengan yang punya slot time di atas jam 12 malam.

Baca juga:  Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

Diakuinya, dari sisi operasional dengan kebijakan tersebut tentu akan menambah beban pengelola bandara. Terutama dari sisi biaya operasional, pastinya ikut bertambah. Tapi itu bukan masalah, karena dengan operasional 24 jam justru akan memberikan dampak positif bagi perkembangan LIA.

Secara lebih luas, daerah juga akan diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Karena bisa memancing rute-rute penerbangan baru. Dampaknya wisatawan akan semakin banyak yang datang. Daerah pun dengan sendirinya juga akan semakin ramai dan berkembang. “Bagi kami pengelola bandara, kebijakan operasional 24 jam ini jelas akan menambah beban operasional. Tapi keuntungan yang diperoleh akan jauh lebih besar. Bukan hanya bagi bandara tetapi daerah juga,” pungkas Jati. (kir)