Presiden Jokowi Direncanakan Cek Lokasi Sirkuit MotoGP Mandalika

Kawasan Mandalika (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) direncanakan akan datang berkunjung ke Pulau Lombok dalam waktu dekat ini. Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini untuk mengecek kesiapan lahan lokasi pembangunan sirkuit MotoGP di kawasan The Mandalika.

“Memang ada rencana pak Presiden akan datang ke Lombok untuk melihat langsung lahan lokasi sirkuit MotorGP,” sebut Bupati Loteng, H.M. Suhaili FT., Jumat,  15 Maret 2019.

Hanya saja, Suhaili mengaku belum mengetahui kapan Presiden Jokowi akan datang, karena masih direncanakan. “Mudahan saja benar-benar terwujud. Hal ini untuk menunjukkan komitmen pemerintah pusat, bahwa sirkuit MotoGP benar-benar akan dibangun,” tegasnya.

Namun terlepas dari itu semua ialah bagaimana kesiapan masyarakat di daerah ini dalam menyongsong gelaran MotoGP di kawasan The Mandalika. Karena bagaimanapun juga, MotoGP dipastikan bakal digelar di kawasan The Mandalika. Dan, proses pembangunan sirkuitnya sendiri akan dimulai tahun ini juga.

Dikatakannya, gelaran MotoGP memiliki peran sangat vital dalam upaya mendukung pengembangan kawasan The Mandalika. Gelaran MotoGP nantinya akan bisa menjadi magnet tersendiri bagi kawasan The Mandalika menarik minat wisatawan, terutama wisatawan mancanegara untuk datang ke daerah ini.

Pemkab Loteng sendiri sebagai tuan rumah, tentunya juga ikut berbenah. Bukan hanya soal fasilitas penunjang fisik saja. Tetapi juga dari aspek sumber daya manusia (SDM). Di mana kualitas SDM masyarakat Loteng harus terus dipacu, agar ke depan bisa bisa ikut terlibat dan merasakan secara langsung dampak dari pembangunan kawasan The Mandalika dan tidak hanya jadi penonton semata.

“Semua program di daerah ini semaksimal mungkin kita dorong agar bisa mendukung peningkatan kualitas SDM masyarakat di daerah ini. Supaya masyarakat Loteng bisa terlibat dan bukan hanya jadi penonton,” harap mantan Ketua DPRD NTB ini.

Masyarakat dalam hal ini juga tidak mesti berdiam diri. Hanya menunggu dukungan program dari pemerintah daerah saja. Tetapi secara mandiri juga bisa menyiapkan diri dengan skill dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja, karena kemampuan pemerintah daerah juga terbatas.

Jangan sampai kemudian sektor-sektor pekerjaan yang ada nantinya justru diambil masyarakat luar. “Ini yang tidak boleh terjadi. Ruang-ruang pekerjaan yang tersedia harus mampu kita isi. Caranya, mulai sekarang kita siapkan diri dengan bekal skill dan kemampuan yang dibutuhkan dunia kerja nantinya,” tegas Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini. (kir)