Dukung MotoGP 2021, Pelabuhan Peti Kemas Beroperasi November 2019

Proses pembangunan dermaga kapal pasiar Gili Mas di Kecamatan Lembar, Lombok Barat. Proyek ini ditargetkan bisa operasi tahun 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H. L. Bayu Windia, M. Si mengatakan tidak ada yang perlu dirisaukan kaitan dengan kesiapan infrastruktur pelabuhan menyambut gelaran MotoGP 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pasalnya, pelabuhan peti kemas dan kapal pesiar Gili Mas akan mulai beroperasi November  2019 mendatang.

‘’Apa yang dirisaukan? Akan terselesaikan semua.  Ini Gili Mas mau beroperasi bulan November sudah mulai,’’ kata Bayu dikonfirmasi di Mataram, kemarin.

Ia mengatakan, Pelabuhan Gili Mas Lombok Barat (Lobar) akan mendukung gelaran MotoGP 2021. Pelabuhan tersebut akan mampu menampung kapal-kapal besar yang akan membawa properti yang digunakan untuk mendukung balapan MotoGP. Selain itu, Pelabuhan Gili Mas juga akan mampu menampung kapal pesiar ukuran besar.

‘’Gili Mas mendukung, mampu menampung kapal-kapal besar seperti kapal pesiar dan kapal kontainer,’’ ungkapnya.

Diketahui, nilai investasi bertahap dari pengembangan Pelabuhan Gili Mas mencapai Rp1,3 triliun. Dermaga yang akan dibangun sepanjang 440 meter dan lebar 26 meter dengan kedalaman kolam pelabuhan mencapai -14 mLWS.

Baca juga:  Sayangkan Pernyataan Menpora, Pemprov Pastikan Gelaran MotoGP Mandalika Tak Dipindah

Dengan dimensi tersebut Pelabuhan Gili Mas akan siap untuk disandari cruise dengan panjang badan kapal mencapai 400 meter yang mampu membawa hingga 4.000 penumpang. Dan bisa juga untuk dua cruise sekaligus berukuran lebih kecil. Sedangkan terminal penumpang Pelabuhan  Gili Mas memiliki kapasitas sekitar 1.500 orang.

Percepat Infrastruktur

dan SDM

NTB harus bergerak cepat menyambut gelaran MotoGP 2021 .Gubernur NTB, Dr. H Zulkieflimansyah menyatakan penunjukan Lombok (NTB) sebagai tuan rumah pelaksanaan MotoGP pada 2021 mendatang sangat menarik. Karena itu, persiapan harus segara dilakukan. Baik manusia, maupun infrastruktur pendukung.

Penunjukan Indonesia atau KEK Mandalika, Lombok Tengah oleh Dorna, penyelenggara MototGP akan berdampak langsung menjadi magnet bagi investasi masuk. Investasi di bidang perhotelan akan berdampak signifikan. Demikian juga jasa dan usaha ikutan lainnya di sektor pariwisata.

Baca juga:  Gubernur NTB Tanggapi Komentar Menpora soal MotoGP

“Makanya kita harus bersiap. Jangan sampai ada event internasional, lantas kita tidak melakukan apa-apa,” katanya, usai pelaksanaan perjanjian kerjasama Bank NTB Syariah dengan PPDPP Kementerian PU PR dan SMF di pendopo gubernur, Kamis, 28 Februari 2019.

Untuk menyambutnya, penataan infrastruktur dan destinasi wisata menurut gubernur, tanpa dimintapun harus dilakukan. Jalan terutama sekali. Dinas PU telah mengagendakan untuk mempercepat pembuatan jalan dari Bandara Internasional Lombok- KEK Mandalika sebelum event dimulai.

Inilah yang perlu dikoordinasikan oleh Pemprov NTB dengan Pemkab Loteng. Kaitannya dengan pembebasan lahan. Dana dari pusat telah siap, demikian juga di daerah. Tinggal menyatukan suara dengan Pemkab Loteng.

‘’Soal tenaga kerja, kita akan minta Dinas Tenaga Kerja melakukan pelatihan. Skill masyarakat kita harus dipersiapkan. Karena ini cepat lho, ndak lama lagi. Pelatihan-pelatihan harus segara dilakukan sehingga masyarakat lokal betul-betul siap,’’ demikian gubernur. (nas/bul)