Penanganan Banjir Butuh Anggaran Ratusan Miliar

Banjir di Lingkungan Mapak Indah, Kota Mataram, beberapa waktu lalu. (Suara NTB/yan)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, perlu sedikit kerja keras. Genangan dan banjir menjadi ancama serius. Penanganannya tidak bisa setengah – tengah. Butuh anggaran ratusan miliar untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Miftahurrahman membenarkan persoalan yang dihadapi Kota Mataram saat ini. Ia sedang memetakan keseluruhan titik banjir.  Mengindetifikasi faktor internal dan eksternal penyebab banjir.

Setelah pemetaan selanjutnya pengaturan sistem penanganannya. Kemudian, melihat kontribusi petugas. “Iya, sekarang ini saya sedang mapping,” kata Miftah, Rabu, 16 Januari 2019. Penyebab banjir di Mataram, katanya, tidak saja akibat kualitas infrastruktur. Pemicu lainnya kiriman air dari hulu. Kolam retensi kata Miftah, jadi bagian penting baik di hulu dan hilir.

Baca juga:  Dua Mahasiswa Jadi Korban, Warga Diminta Waspadai Bencana Musim Hujan

“Sekarang ini alirannya satu. Dan, tidak ada lahan kosong,” tandasnya. Penanganan banjir maupun genangan diakui, membutuhkan anggaran cukup besar. Ia mengkalkulasi kebutuhan anggaran mencapai ratusan miliar.

Hal ini perlu kerja kolektif antara pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Pemkot Mataram tidak bisa kerja sendiri. Perlu

kerjasama dari Balai Wilayah Sungai dan kemitraan lainnya. “Kita tidak bisa kerja sendiri,” ucapnya.

Ketua Komisi III DPRD I Gde Wiska menaruh harapan kepada Kepala Dinas PUPR yang baru Miftahurrahman, agar menyelesaikan permasalahan banjir yang menghantui masyarakat sampai saat ini. “Leader baru di PUPR ini, kita harapkanlah bisa menyelesaikan PR sebelumnya,” harap Wiska.

Baca juga:  Pemkot Antisipasi Cuaca Ekstrem

Politisi PDI Perjuangan menambahkan, berkaitan dengan banjir juga berkorelasi dengan kualitas infrastruktur. Secara kuantitas drainase di Mataram, kurang. Pun ada, perlu dilakukan normalisasi. Dalam jangka panjang penanganan banjir tidak mudah. Ini perlu terintegrasi serta membutuhkan anggaran ratusan miliar.

“Anggarannya ndak kecil. Paling tidak ratusan miliar,” ucapnya. Setidaknya perlu inovasi. Termasuk lobi – lobi ke pemerintah pusat. Paling tidak Pemkot Mataram, bisa mendapatkan dana alokasi khusus untuk penanganan banjir.

Yang perlu dipikirkan lagi, kata Wiska, pembangunan waduk retensi di Babakan. Waduk ini tidak saja menampung limpahan air dari hulu. Tetapi bisa dimanfaatkan untuk destinasi wisata baru,  pasokan air baku serta meningkatkan ekonomi masyarakat. (cem)