Pembangunan Huntap, Keterlibatan Pengusaha Minim

Kadis Perkim NTB, IGB Sugihartha (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT mengatakan, Secara kuantitas, jumlah pengusaha yang terlibat dalam pembangunan hunian tetap (Huntap) korban gempa masih sangat sedikit.

‘’Keterlibatan pengusaha tidak terlalu  banyak secara kuantitas. Mereka punya pertimbangan-pertimbangan lain barangkali,’’ kata  Sugihartha ketika dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 15 Januari 2019.

Jika berbicara dari sisi bisnis, kegiatan pembangunan rumah tahan gempa nilai bisnisnya kecil.  Sehingga kemungkinan para pengusaha tak tertarik dalam kegiatan tersebut.

Sugihartha tak menyebutkan secara pasti berapa jumlah pengusaha yang terlibat dalam pembangunan rumah tahan gempa. Tetapi, ia mengatakan jumlah pengusaha yang terlibat masih sangat sedikit.

Terkait dengan rumah tahan gempa, saat ini sudah ada lima model atau jenis yang telah lulus uji dari Kementerian PUPR. Yakni Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), Rumah Instan Kayu (Rika), Rumah Instan Konvensional (Riko), RCI dan Rumah Instan Baja (Risba).

Dengan semakin banyaknya pilihan rumah tahan gempa, progres pembangunan di lapangan diharapkan semakin bertambah. Menurutnya ada dua hal yang mempengaruhi percepatan pembangunan Huntap.

Pertama soal pendampingan. Karena masyarakat tak bisa membangun sendiri saja. Maka harus diperbanyak fasilitator. Saat ini jumlah fasilitator dari Kementerian PUPR sebanyak 803 orang. Kemudian dari pemerintah  daerah sendiri melalui BPBD sedang menambah 1.000 fasilitator.

‘’Tapi kita masih sangat kurang fasilitator. Untuk fasilitator rumah rusak berat saja, Kementerian PUPR akan menambahkan sekitar 751 fasilitator lagi. Semua ini bagaimana mempercepat dari sisi pendampingan,’’ ujarnya.

Selain itu, kata Sugihartha, percepatan pembangunan Huntap juga sangat tergantung dari kelompok masyarakat (Pokmas). Semakin banyak tukang yang disiapkan oleh Pokmas, maka semakin cepat huntap terbangun. (nas)