Kemenhub Tawarkan Swasta Bangun Hotel dan Mal di Terminal Mandalika

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi bersama Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meninjau Terminal Mandalika yang sudah direnovasi, Senin, 14 Januari 2019 siang. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan pengelolaan Terminal Mandalika, Kota Mataram kepada pihak swasta dengan pola kerjasama pemanfaatan (KSP). Kemenhub membuka peluang swasta untuk membangun hotel, mal bahkan apartemen di terminal bus tipe A yang sudah disulap mirip bandara tersebut.

‘’Karena memang, kita mendorong swasta masuk dalam pengelolaan terminal. Dengan skema KSP, kerjasama pemanfaatan,’’ ujar Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi dikonfirmasi usai meresmikan Terminal Mandalika, Senin, 14 Januari 2019.

Ia menyebutkan, tahun 2018 lalu, Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,7 miliar untuk merenovasi Terminal Mandalika. Sehingga sekarang, terminal tersebut seperti bandara. Termasuk pemesanan tiket dapat dilakukan secara online.

Kaitan dengan pengelolaan terminal oleh swasta, Budi mengatakan ada beberapa yang diminati. Seperti Terminal Cirebon, Semarang, Solo, Merak. Namun, semuanya masih dalam proses. Dengan kerjasama pemanfaatan diharapkan pengelolaan semakin baik.

Untuk Terminal Mandalika Kota Mataram, Budi mengatakan sudah sangat memungkinkan pihak swasta masuk mengelola terminal tersebut. Namun, ia meminta bantuan Pemprov NTB dan Pemkot Mataram, jika ada pihak ketiga yang berminat menanamkan investasinya.

Baca juga:  Provinsi Jiang Xi Tawarkan Investasi untuk NTB

‘’Ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan membangun hotel, mal, tempat bisnis atau apartemen. Tergantung swasta itu tertarik untuk membangun,’’ katanya.

Untuk terminal, kata Budi, fungsinya bisa tinggal sedikit saja. Minimal ada pelayanan untuk penumpang. Sementara lahanlainnya dapat digunakan untuk kepentingan komersil atau bisnis.

‘’Kalau saya lihat, di antara sekian terminal yang ada di Indonesia, NTB ini mendapatkan alokasi anggaran yang cukup bagus Rp6,7 miliar. Sehingga renovasinya agak kelihatan,’’ ujarnya.

Dibandingkan terminal lainnya di Indonesia, rata-rata mendapatkan alokasi anggaran renovasi sekitar Rp2 miliar. Tahun lalu, sekitar 50 terminal yang direnovasi Kemenhub termasuk Terminal Mandalika.

Masyarakat diharapkan memanfaatkan terminal dengan baik. Dan mulai mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi dengan menggunakan kendaraan umum seperti Bus Rapid Transit (BRT), Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Sehingga kemacetan kota bisa dikurangi.

Untuk mengoptimalkan pemanfaatan terminal, Budi mengatakan sedang dilakukan revisi Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) yang mengatur tentang angkutan umum. Pasalnya, masih ada operator yang memiliki tempat-tempat ruang tunggu dan menurunkan penumpang di jalan.

Baca juga:  Investor Malaysia Tertarik Kelola Sampah NTB

‘’Sekarang dengan perubahan Permenhub No. 35, sedang finalisasi. Tidak lagi operator yang menaikkan maupun menurunkan penumpang di tempat mereka. Jadi semuanya harus lewat terminal,’’ katanya.

Ia mengatakan, dalam Permenhub tersebut nantinya akan mengatur pemberian sanksi bagi operator yang melanggar ketentuan. Atau menaikkan dan menurunkan penumpang di luar terminal. ‘’Kalau mereka tidak patuh maka perizinan akan kita hambat, izin bisa kita cabut,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD)  XII Bali dan NTB,  Drs. Agung Hartono, M. STr menyebutkan Terminal Mandalika memiliki luas  3000,4  meter persegi. Dimana revitalisasi dilakukan  2018 lalu.

Revitalisasi Terminal Mandalika menghabiskan anggaran sebesar Rp6,5 miliar dari pagu Rp6,7 miliar. Pengerjaan revitalisasi Terminal Mandalika dikerjakan sejak 24 April. Akibat gempa beberapa waktu lalu membuat beberapa pekerjaan rusak, sehingga dilakukan addendum kontrak. (nas)