Dikeluhkan Masyarakat, Kemenhub Atensi Penyeberangan Lembar – Padangbai

Antrean truk yang menunggu diseberangkan ke Bali melalui Pelabuhan Lembar. Belakangan ini, penyeberangan lintas Lembar-Padangbai dikeluhkan masyarakat, karena menunggu giliran kapal sandar di pelabuhan sangat lama. (Suara NTB/her)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengatensi kondisi penyeberangan lintas Lembar (Lombok Barat) – Padangbai (Bali) yang dikeluhkan masyarakat dan pelaku usaha. Kemenhub merencanakan akan menambah dermaga di Pelabuhan Padangbai agar transportasi laut yang menghubungkan Pulau Lombok dan Bali lancar.

‘’Tadi malam saya sudah ke sana (Pelabuhan Lembar). Nanti mungkin saya akan lihat yang di Padangbai, Bali. Dan memang persoalannya kita baru dua dermaga dengan satu plengsengan,’’ kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi dikonfirmasi Suara NTB di sela-sela meresmikan Terminal Mandalika Kota Mataram, Senin, 14 Januari 2019.

Budi mengatakan dermaga yang ada di Pelabuhan Lembar dengan Pelabuhan Padangbai memang tidak seimbang. Agar transportasi lancar, memang dermaganya harus seimbang.

Ia mengatakan, akan berdiskusi dengan Direktur Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP). Ia menjelaskan, khusus untuk angkutan sungai, danau dan penyeberangan, saat ini Kemenhub sudah menunjuk pejabat eseon II, sebelumnya eselon III.

‘’Mungkin masih kekurangan (dermaga). Nanti akan saya diskusikan dengan Direktur ASDP. Minimal harus ada peningkatan kualitas pelayanan kita di situ (Lembar – Padangbai),’’ katanya.

Budi mengatakan, untuk penambahan dermaga di Pelabuhan Padangbai membutuhkan anggaran. Sehingga akan didiskusikan dengan Direktur ASDP Kemenhub. ‘’Saya akan bicarakan. Karena butuh anggaran. Kan itu pengelolaan ASDP,’’ tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) XII Bali dan NTB, Drs. Agung Hartono, M. STr mengatakan tidak normalnya penyeberangan Lembar – Padangbai terjadi pada waktu-waktu tertentu. Ia menyebut lamanya bongkar muat beberapa waktu lalu karena adanya docking KMP Legundi. KMP Legundi melayani rute Lembar – Surabaya.

‘’Karena pada saat itu pada musim panen. Terus harapannya mau naik Legundi, tapi Legundi masih docking  waktu itu. Sehingga bertahan. Tak bisa sesuai dengan jadwal yang ada. Terjadi penumpukan dan antrean,’’ jelasnya.

Agung mengklaim penambahan trip kapal bukan menjadi pemicu lamanya bongkar muat di Pelabuhan Lembar. Malah dia mengatakan penambahan trip merupakan cara untuk mengurai banyaknya kapal yang menumpuk di pelabuhan. ‘’Tapi sekarang sudah normal. Nanti ASDP mau nambah dermaga di Padangbai,’’ ujarnya. (nas)