Rekonstruksi Rumah Korban Gempa Harus Tuntas Februari

Pekerja di Pengempel Indah tengah membangun rumah instan konvensional. (Suara NTB/mhj)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan menargetkan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana harus tuntas 29 Februari mendatang. Semua stakeholder yang terkait dalam penanganan pascagempa harus bergegas menyelesaikan tugasnya.

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang baru – baru ini membenarkan hal tersebut. Dana siap pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam aturannya bisa dipakai selesai pada masa transisi pemulihan.

Masa transisi pemulihan itu enam bulan. Sehingga, Pemkot Mataram memiliki waktu menggunakan dana rehab dan rekonstruksi sampai 29 Februari mendatang. “Pak Soni dari Deputi PMK mengingatkan kita bahwa dana siap pakai harus tuntas usai masa transisi pemulihan,” kata Martawang.

Dana rehab dan rekon yang telah masuk ke rekening BPBD dan ditransfer ke rekening masyarakat Rp100 miliar lebih. Oleh karena itu, Pemkot Mataram memfokuskan pembangunan rumah instans konvensional maupun rumah instans sederhana sehat bagi rumahnya yang diratakan. ” Prinsipnya kita ingin mempercepat,” tandasnya.

Baca juga:  Dana Gempa Mengendap Rp173 Miliar Dipicu Data Anomali

Martawang secara detail menyebutkan, rumah rusak secara keselurahan 13.437 unit. Rusak kategori berat 2.396 unit, rusak kategori sedang 2.777 dan rusak kategori ringan 8.264 unit.

Dari alokasi itu, rumah rusak kategori sedang 2.777 unit telah diajukan, tapi belum ditransfer oleh BNPB. “Sampai saat ini, 107 Pokmas yang telah terbentuk dengan 1.511 anggota,” sebutnya.

Pencairan bantuan itu secara bertahap. Pencairan tahap pertama, untuk 50 persen 34 Pokmas, dengan 362 kepala keluarga. Total pencairannya Rp2,6 miliar lebih.

Pencairan tahap kedua, untuk 30 persen sebanyak dua Pokmas. Totalnya pencairan Rp178 juta lebih. Dan, tahap ketiga untuk satu Pokmas Rp2,9 miliar lebih.

Baca juga:  Penyimpangan Dana Gempa, BPBD Sarankan Lapor Polisi dan “NTB Care”

Progres pembangunan Risha 248 unit, Riko 104 unit. Satu unit rumah telah selesai. “Artinya, ini progresnya berjalan dengan baik. Pokmas didistribusikan per pemiliki 10 zak semen,” tuturnya.

Percepatan rehab dan rekon, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) kata Martawang, menawarkan konsep rumah instan baja. Konsep ini kemungkinan cocok untuk Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Sedangkan, bagi Kota Mataram sudah on the track dilakukan sesuai pilihan masyarakat, yakni Risha dan Riko.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam menyebutkan, rumah yang telah jadi sekitar 426 unit. Dan progresnya akan terus berjalan. (cem)