Proyek Gerbang Kota Mataram Molor

Proyek rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram, merupakan satu dari dua proyek yang molor. Rekanan diberikan waktu selama 50 hari untuk menyelesaikan pekerjaan. (Suara NTB/cem)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Proyek gerbang Kota Mataram di Lingkar Selatan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, molor. Rekanan memiliki batas waktu sampai pukul 00.00 Wita tanggal 26 Desember untuk menyelesaikan pekerjaan. Faktanya, pekerjaan belum tuntas.

Selain proyek gerbang itu, proyek rehabilitasi medik RSUD Kota Mataram juga bernasib sama.

Pantauan Suara NTB, proyek rehabilitasi medik belum keseluruhan kaca terpasang. Pekerja juga terlihat masih mengerjakan bagian partikel di dalam ruangan. Demikian pula, gerbang di jalan by pass lingkar selatan Kota Mataram juga masih dirakit.

Seperti diketahui, gedung rawat inap dikerjakan rekanan dengan nilai kontrak Rp16,7 miliar lebih dari pagu anggaran Rp18,2 miliar. Sedangkan,  gerbang di Lingkar Selatan dikerjakan dengan nilai kontrak Rp5,9 miliar lebih dari pagu anggaran Rp6 miliar.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin  Tura mengakui keterlambatan tersebut. “Iya, batasnya sampai pukul 00.00 Wita kemarin malam,” kata Mahmuddin.

Hasil evaluasi pekerjaan, rekanan hanya mampu menyelesaikan 96 persen. Sisa pekerjaan 4 persen dari kontrak telah dikalkulasi. Artinya, rekanan memiliki sisa pekerjaan Rp249 juta lebih.

Sesuai Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa, rekanan diberikan waktu perpanjangan selama 50 hari kalender. Dengan konsekuensi dikenakan sanksi denda.

“Denda keterlambatan 1:1.000 x sisa pekerjaan. Kalau dihitung sekitar Rp249.000 per hari,” sebutnya.

Sementara Dirut RSUD dr. H. Lalu Herman Mahaputra mengatakan hal sama. Ia mengaku ada keterlambatan pengerjaan proyek. “Iya, paling telah satu atau dua hari,” ucapnya.

Dia mengklaim, pekerjaan telah mencapai 100 persen. Karena, rekanan tinggal menyelesaikan pemasangan kaca dan membersihkan material tersisa. “Tinggal bersihkan materialnya saja,” klaimnya. Keduanya optimis jika pekerjaan tersebut bisa selesai. Karena, rekanan hanya finishing saja. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.