Dampak Gempa, Kunjungan Wisman KLU Anjlok

Wisatawan saat menyeberang ke Gili Trawangan (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Angka kunjungan wisatawan sepanjang 2018 Lombok Utara menurun cukup drastis. Penurunan tersebut lebih disebabkan daerah wisata di Lombok Utara terdampak oleh gempa yang terjadi beberapa kali mulai dari 29 Juli, 5 Agustus dan gempa-gempa susulan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Lombok Utara, Bratayasa, Selasa, 18 Desember 2018, menyampaikan angka kunjungan wisatawan tahun ini lebih rendah dibanding tahun 2017 lalu. Tahun lalu, total kunjungan mencapai 995.966 orang. Sedangkan tahun, jumlah pengunjung sebanyak 550.060 orang (sampai November 2018).

Bratayasa menyebut, target kunjungan wisatawan tahun ini sejatinya lebih tinggi dari 2017, atau sebanyak 1,5 juta orang. Tetapi akibat kejadian bencana alam, Lombok Utara tidak lagi menjadi destinasi dimana pengunjung memilih daerah lain yang lebih aman.

Baca juga:  Ketika ‘’Buyer’’ dan ‘’Seller’’ Jatuh Hati Pesona Lombok-Sumbawa

“Capaian jumlah kunjungan sampai November sebanyak 550.060 orang, terdiri dari wisatawan asing 471.253 orang dan wisatawan nusantara sebanyak 78.807 orang,” ujarnya.

Jika dilihat dari kurun waktu sejak Januari lalu, capaian kunjungan ke KLU relatif fluktuatif. Januari Februari, kunjungan mendekati 50 ribu orang. Sedangkan pada 5 bulan berikutnya (Maret – Juli) kunjungan bulanan relatif tinggi dari 63 ribu sampai 81 ribu orang.

Kejadian erupsi Gunung Agung dan gempa pada 29 Juli serta 5 Agustus, menyebabkan kunjungan anjlok drastis. Bulan Agustus saja, wisatawan yang datang hanya 7.818 orang atau rata-rata sehari 260 orang.

Pada Bulan September, rata-rata sehari kunjungan bertambah 661 orang atau 19.844 orang sebulan, Oktober sebanyak 997 orang sehari atau 29.931 orang sebulan, dan November bertambah signifikan 1.245 orang sehari atau 37.362 orang sebulan.

Baca juga:  Wagub Tinjau Pembangunan Fasilitas Objek Wisata Dunia di KLU

“Kunjungan masih didominasi oleh wisman mencapai 86 persen. Animo mereka terhadap 3 gili masih cukup tinggi,” sebutnya.

Membandingkan kondisi di 2017, Brata menyebut persentase kunjungan wisatawan mencapai 82 persen atau 692.364 orang dari total pengunjung 955.966 orang.

“Wisatawan yang berkunjung ke desa wisata target tahun 2017 sekitar 15.000 orang, realisasinya sebesar 11.873 orang. Dengan capaian hanya 1,1 persen dari target. Sementara lama tinggal wisatawan menurun menjadi 1,7 hari dari 3,2 hari sepanjang 2017,” tandansya. (ari)