Kondisi Pangan di Dompu Aman, Stok Cukup Hingga Panen Raya

Aminullah dan Faqih dan M. Makmun (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Petani di Kabupaten Dompu memasuki masa tanam pada musim hujan 2018 – 2019, namun stok pangan di Dompu masih aman hingga masa panen raya. Data produksi gabah pada Oktober 2018 setelah dikurangi konsumsi warga, ketersediaan beras masih cukup untuk dua bulan lebih. Bahan pangan juga dinilai masih dalam batas aman terhadap pencemaran dari bahan kimia.

Kepala bidang ketersediaan dan kerawanan pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ir M. Makmun, M.Si kepada Suara NTB, Rabu, 28 November 2018 mengungkapkan, stok pangan untuk kebutuhan masyarakat Dompu masih aman hingga beberapa bulan kedepan. Data produksi gabah pada Oktober 2018 saja sebanyak 15.760 ton dan bila dikonversi ke beras menjadi 8.163 ton. Sementara kebutuhan konsumsi beras penduduk Dompu perbulan rata – rata 9,8 kg, sehingga jumlah konsumsi 245.387 jiwa penduduk Dompu per bulan  hanya 2.405 ton.

“Untuk produksi gabah Oktober saja, kita mengalami surplus 5.758 ton. Sehingga kebutuhan pangan dalam bentuk beras untuk beberapa bulan kedepan masih aman, bahkan hingga masa panen raya,” kata Ir M. Makmun.

Diakui M. Makmun, sentra produksi gabah di Kabupaten Dompu pada Oktober ada di wilayah Kecamatan Dompu, Pekat dan Kecamatan Woja. Namun produksi gabah per tahun sentranya ada di Dompu dan Woja. Kendati bukan jadi sentra produksi gabah dan menjadi sentra produksi jagung seperti di Kecamatan Manggelewa, Kilo dan Kempo, warga setempat tetap dapat memenuhi kebutuhan berasnya dari dalam wilayah setempat atau dari wilayah sekitar.

Plt Kepala bidang distribusi Pangan yang juga Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Ir. Aminullah menambahkan, distribusi pangan di wilayah Dompu masih aman dan merata. Warga yang tidak memproduksi sendiri gabah dapat memenuhi kebutuhan pokoknya dari petani, penggilingan kelompok maupun dari pengusaha penggilingan beras. “Karena stok pangan kita selalu ada di tengah masyarakat dan gudang penyimpanan stok pangan,” katanya.

Untuk data stok pangan pada Bulog hasil pendataan di 31 Oktober lalu tercatat sebanyak 2.301 ton beras dan 6.360 ton gabah. “Stok ini saja masih aman untuk kebutuhan beberapa bulan kedepan, belum termasuk stok yang ada di masyarakat,” ungkapnya. Sementara harga juga relatif stabil di Rp.11 ribu per kg untuk beras premium, daging sapi di Rp.100 ribu per kg, dan daging ayam broiler Rp.50 ribu per kg.

Namun kedepan, pemerintah melalui program dana alokasi khusus (DAK) tahun 2019 akan menyiapkan lumbung pangan pada daerah sentra produksi pangan. Karena wilayah Kecamatan Woja sebagai salah satu lumbung, maka kelompok poto fare Desa Matua bakal memperoleh fasilitas lumbung. Harapannya, saat puncak produksi gabah dapat menampung gabah petani.

Kepala Bidang Konsumsi Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, M. Fagih, S.Pt mengungkapkan, hasil uji sampel di pasar – pasar tradisional di Kabupaten Dompu untuk pangan non segar masih dalam batas aman terhadap pencemaran bahan kimia. Begitu juga dengan bahan pangan segar rata – rata juga masih aman. Namun untuk jenis bawang merah dan sebagian sayur – sayuran masih banyak dalam penggunaan bahan kimia berlebihan. “Untuk bahan pangan segar ini, kita perlu intenskan sosialisasi kepada masyarakat khususnya petani untuk mengurangi penggunaan bahan kimia. Kalau tidak menggunakan bahan kimia seperti untuk bawang, tidak akan tumbuh bagus,” katanya. (ula/*)