Bahan Bakar Elpiji Menghemat Operasional Pelaut hingga 50 Persen

Pembagian paket bantuan konverter kit di Lombok Utara kemarin secara simbolis.

Mataram (Suara NTB) – Nelayan di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara menjadi penerima terakhir bantuan konverter kita dari Kementerian ESDM yang di fasilitasi oleh PT. Pertamina (Persero) untuk tahun 2018 ini. Paket gratis ini sangat efektif menhemat biaya operasional melaut, hingga 50 persen di banding BBM.

Para pelaut di Kecamatan Bayan menyambut gembira. Saat menerima pembagian paket bantuan ini Kamis,  29 November 2018 secara simbolis. Mereka mendapatkan peralatan pendukung yang baru untuk melaut. Selain itu, mereka dapat menghembat biaya operasional untuk disisihkan sebagai tabungan.

Pada tahun 2016 dan 2017, Kementerian ESDM melalui PT. Pertamina (Persero) telah membagikan sejumlah  5.473 dan 17.081 unit paket konverter kit. Sementara hingga Desember tahun ini, sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 294 K/10/MEM/2018 akan dibagikan sejumlah 25.000 unit konverter kit untuk 53 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pada Tahun 2017 yang lalu, sebanyak 2.000 paket perdana telah dibagikan kepada nelayan Lombok Timur dan 165 paket perdana kepada nelayan Lombok Barat. Kemudian pada tahun 2018 ini, kegiatan pembagian paket perdana konverter kit untuk nelayan di wilayah NTB berlanjut, wilayah sasarannya meliputi Kabupaten Lombok Tengah, Kota Mataram, Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Utara dibagikan sebanyak 1.921 unit.

Baca juga:  Pemprov Minta Percepat Pembangunan Depo Mini di Sumbawa

“Biasanya saya menggunakan dua botol BBM Rp34.000 sampai hampir Rp40.000. Sekarang dengan satu tabung gas isian Rp18.000, ndak habis. Cukup hemat. Lumayan untuk menabung,” kata Bahrun, salah satu nelayan penerima bantuan.

Dengan keunggulan lebih hemat dari BBM ini, pemerintah juga menyediakan teknisi untuk penanganan bila terjadi gangguan. Meskipun tak dipungkirinya, secara kecepatan mesin, lebih lambat dibanding menggunakan BBM.  Kendati demikian, ia berharap pemerintah menambah bantuan paket konverter kit, kepada sesama pelautnya yang masih cukup banyak belum menerima bantuan tersebut.

Ego Syahrial  Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM bersama Doni Indrawan Marketing Branch Manager Pertamina Bali NTB , turut menyerahkan  650 paket perdana konverter kit diserahkan secara simbolis kepada nelayan Lombok Utara dalam acara seremonial di Pantai Sedayu Lombok Utara kemarin, disaksikan aparat pemerintah daerah setempat.

Ego Syahrial dalam kesempatan ini menyebut, pemerintah, mempunyai perhatian khusus dalam membantu kesejahteraan nelayan, dengan LPG juga memberikan energi bersih, mengurangi konsumsi BBM dan lebih hemat, sehingga bisa menabung untuk yang lain.

Baca juga:  Pemprov Minta Percepat Pembangunan Depo Mini di Sumbawa

Pembagian paket perdana konverter kit BBM ke elpiji terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, 2 buah tabung elpiji 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer, dan lainnya).

Sementara itu, Doni Indrawan menjelaskan bahwa Pertamina mengapresiasi pemerintah/stakeholder dalam hal ini kementerian ESDM atas program konversi BBM ke elpiji . Menurutnya, Pertamina siap mendukung kelancaran program ini dengan menyiapkan kebutuhan refill elpiji tabung 3 Kg. dengan harapan, para nelayan dapat merasakan manfaat dari program konversi ini.

Adapun kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM antara lain adalah nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT), berbahan bakar bensin dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP).

Dengan pembagian paket perdana konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan ini, selain penyediaan  bahan bakar yang murah, nyaman, ramah lingkungan, dan aman dapat terwujud dengan baik, serta yang paling penting dapat meningkatkan kesejahtaraan penerima. (bul)