Pemprov Putus Kerjasama Pembangunan Hotel Syariah

Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB telah memutus kontrak kerjasama pembangunan hotel syariah di kawasan komersial Islamic Center (IC). Pemutusan kerjasama tersebut dilakukan karena investor atau mitra Pemda yang menjadi pemenang beauty contest sudah menyerah.

‘’Kita sudah resmi putus kontraknya (kerjasama pembangunan hotel syariah). Sehingga lahan itu sepenuhnya menjadi lahan PT. Bank NTB Syariah dan Ruang Terbuka Hijau (RTH),’’ kata Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D dikonfirmasi disela-sela menghadiri anugerah keterbukaan informasi publik di Mataram, Rabu, 28 November 2018.

Sementara untuk kerjasama pembangunan NTB Convention Centre (NCC) dan pembangunan hotel pada dua lokasi berbeda, investor sedang diberikan peringatan. Hasil komunikasi yang dilakukan, dua investor yang diperingatkan tersebut, masing-masing PT. Lombok Plaza yang akan membangun NCC dan PT. Varindo Lombok Inti yang akan membangun hotel masih menyatakan sanggup. Mereka meminta waktu untuk merealisasikan pembangunan NCC dan hotel.

‘’Yang sudah dibatalkan itu yang hotel syariah. Yang berada di utara Islamic Center, sudah kita batalkan. Karena sudah tiga kali kita peringati. Mereka menyerah, tidak dapat investor,’’ katanya.

Baca juga:  Nikahi Warga Lokal, Modus WNA Kuasai Lahan di NTB

Diketahui, untuk pembangunan hotel syariah di kawasan bisnis Islamic Center atau lahan Pemprov yang berlokasi di depan Kanwil Kemenag NTB atau Kantor Imigrasi Mataram tersebut, Pemprov telah melakukan beauty contest pada 2013 silam. Hasilnya, PT. Al Hamra Internasional menjadi pememang beauty contest.

Sekda menjelaskan, lahan yang semula untuk pembangunan hotel syariah nantinya akan diperuntukkan sebagai lokasi pembangunan Kantor Bank NTB Syariah dan RTH. Untuk PT. Bank NTB Syariah akan diberikan sekitar 50 are. Sisanya akan dijadikan RTH.

Sedangkan untuk rencana pembangunan NCC, kata Sekda, investor masih meminta waktu. PT. Lombok Plaza yang menjadi pemenang beauty contest pembangunan NCC telah bersurat secara resmi kepada Pemprov NTB.

‘’Kita sudah berikan peringatan ternyata mereka tak menyerah, minta waktu,’’ ujarnya.

Pemprov berencana akan menggelar rapat lagi mengenai hal ini. Nantinya, Pemprov akan memberikan batas waktu kepada dua investor yang masih bertahan ingin memanfaatkan aset milik daerah tersebut.

Baca juga:  MotoGP Mandalika 2021, Wagub Undang Pelaku Bisnis Prancis Berinvestasi di NTB

Agar aset daerah tersebut tak tersandera, kata Sekda, jika ada investor yang berminat maka akan dihubungkan dengan pemenang beauty contest tersebut. Belum adanya progres pembangunan di lapangan setelah penandatangan MoU sejak 2013 silam, kata Sekda karena investor masih wait and see.

Akibat gempa beberapa waktu lalu juga menjadi penyebab mereka masih belum melakukan pembangunan. Di samping itu, investor juga melihat tutupnya Lombok City Center (LCC) yang ada di Narmada.

‘’Kita sudah melayangkan peringatan kepada yang menang beauty contest, sudah ada komunikasi. Kemarin banyak alasannya saya terima. Karena ada gempa, investor yang tadinya sudah siap, wait and see. Artinya mereka tetap serius,’’ ujarnya.

Sementara itu untuk dua aset milik Pemprov lainnya seperti eks rumah Dinas Sekda NTB dan lahan di Gili Tangkong akan dilakukan beauty contest. Sedangkan Gedung Wanita yang ada di Jalan Udayana, akan direvitalisasi untuk kegiatan organisasi wanita. Sekda menyebut sudah dialokasikan anggaran untuk merenovasi gedung yang selama ini tak terurus. (nas)