Implementasikan SDG’s, Kemiskinan dan Masalah Lingkungan Tantangan Terberat NTB

Wagub NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menandatangani surat kesepakatan Rencana Aksi Daerah SDG’s yang disaksikan Ketua TP PKK NTB, Rektor Unram Prof. H. L. Husni, termasuk Penanggung Jawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Masalah kemiskinan dan lingkungan menjadi tantangan berat NTB dalam mengimplementasikan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG’s). Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyatakan NTB akan berupaya menjadi yang terbaik, seperti saat mengimplementasikan Millenium Development Goals (MDG’s).

“Masalah kemiskinan, sanitasi jadi tantangan. Kita tahu dengan bencana gempa, rumah hancur. Tanggung jawab kita ke depan memang rumah dibangun harus lengkap dengan sanitasinya,” kata wagub dikonfirmasi usai menghadiri peluncuran Rencana Aksi Daerah (RAD) SDG’s 2019-2023 di Mataram, Rabu, 21 November 2018 siang.

Wagub mengatakan dari tujuh belas tujuan SDG’s, tantangan terberat di NTB adalah masalah kemiskinan dan masalah lingkungan hidup, termasuk di dalamnya masalah sanitasi.

Dengan bencana gempa yang terjadi beberapa bulan lalu, kata wagub menjadi momentum untuk melakukan perbaikan sanitasi di masyarakat. Bagi rumah tangga yang dulunya tak ada sanitasi yang layak, maka dengan perbaikan perumahan yang diberikan bantuan stimulan oleh pemerintah, ke depan sanitasinya harus ada.

“Tapi intinya, bencana itu jangan sampai menjadikan kita untuk tidak mendapatkan pencapaian SDG’s yang baik ke depan. Justru dengan bencana, kita harus kencang berlari. Bencana jangan menyurutkan semangat kita,” kata Wagub.

Wagub juga menambahkan persoalan lingkungan menjadi tantangan terberat mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan di NTB. Ia meminta masyarakat jangan lagi merusak hutan baik dengan melakukan pembalakan liar maupun perambahan.

Dengan melakukan pembalakan liar dan perambahan hutan, kata orang nomor dua di NTB ini maka secara tidak sadar masyarakat menghancurkan daerahnya ke depan. “Bisa dilihat, yang tidak kita sangka-sangka, di daerah-daerah yang dulu tak pernah banjir, sekarang banjir. Sekarang sudah ndak bisa lagi kita berpaling dari memperhatikan lingkungan,” tegasnya.

Baca juga:  Kemiskinan di Kota Mataram Meningkat

Rohmi mengatakan sekarang ini pilihannya cuma dua. Apakah mau hancur atau tetap eksis. Jika mau tetap eksis maka harus sama-sama menjaga kelestarian lingkungan.  Setiap permasalahan, kata Rohmi pasti ada jalan keluar tanpa merusak lingkungan.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan khususnya hutan NTB, kata Rohmi, maka perlu pendekaan persuasif kepada masyarakat selain upaya penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum. Sehingga masyarakat menjadi sadar dan peduli terhadap kelestarian lingkungannya.

“Langkah persuasif yang perlu dilakukan. Harus lebih rajin pemerintah berdialog dengan masyarakat. Kalau mereka paham, saya yakin ndak akan melakukan pembalakan dan perambahan hutan,” tandasnya.

Untuk diketahui,  ada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s. Tujuan pertama, tanpa kemiskinan. Artinya tidak ada kemiskinan dalam bentuk apapun di seluruh penjuru dunia, termasuk NTB. Kedua, tanpa kelaparan. Artinya, tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya pertanian yang berkelanjutan.

Ketiga, kesehatan yang baik dan kesejahteraan. Tujuan SDG’s ketiga ini maksudnya menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan hidup untuk seluruh masyarakat di segala umur.

Ke empat, pendidikan berkualitas. Yakni  menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesempatan belajar untuk semua orang. Kelima, kesetaraan gender. Yaitu mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan kaum ibu dan perempuan.

Ke enam, air bersih dan sanitasi. Yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang. Ketujuh,  energi bersih dan terjangkau. Dengan menjamin akses terhadap sumber energi yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan dan modern untuk semua orang.

Ke delapan, pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak. Dalam hal ini, bagaimana  mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif serta pekerjaan yang layak untuk semua orang. Sementara yang ke sembilan, industri, inovasi dan infrastruktur. Pada tujuan ini lebih difokuskan yakni membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang berkelanjutan serta mendorong inovasi.

Baca juga:  Satu Tahun Zul-Rohmi, Pemprov NTB Bagikan KIAP untuk Yatim Piatu

Tujuan SDG’s yang ke sepuluh, adalah mengurangi kesenjangan. Pada tujuan ini, lebih difokuskan untuk mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah negara maupun di antara negara-negara di dunia. Ke sebelas, keberlanjutan kota dan komunitas. Yakni dengan  membangun kota-kota serta pemukiman yang berkualitas, aman dan bekelanjutan. Sementara pada tujuan SDG’s yang keduabelas adalah konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Dengan menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi. Ketigabelas, aksi terhadap iklim. Yaitu  bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.

Ke empatbelas, kehidupan bawah laut, yakni  melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan yang berkelanjutan. Kelimabelas, kehidupan di darat. Yakni  melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus serta tukar guling tanah.

Ke enam belas, institusi peradilan yang kuat dan kedamaian. Yaitu  meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan, menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan. Terakhir, kemitraan untuk mencapai tujuan. Dengan   memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan SDG’s Center dan Konsorsium Riset SDG’s. Serta seminar SDG’s NTB. Wagub juga memberikan buku RAD SDG’s kepada pimpinan perguruan tinggi, Ketua TP PKK NTB dan Penanggung Jawab Harian Suara NTB, H. Agus Talino. (nas)