Blusukan di Bima, Gubernur Menginap di Rumah Warga

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menemui tiga bersaudara yang cacat di dusun Sarita Desa Punti Kecamatan Soromandi, Sabtu, 16 November 2018. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc kembali berkunjung di Kabupaten Bima pada Jumat sore, 16 Agustus 2018. Kedatangannya kali ini menemui masyarakat pada sejumlah Kecamatan di Donggo, seperti Desa Doridungga, Kala dan Wadukopa.

Usai berkeliling untuk menyerap aspirasi warganya, gubernur yang akrab disapa Dr. Zul ini lebih memilih bermalam di rumah salah seorang warga di Dusun Sarita Desa Punti Kecamatan Soromandi.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan oleh Dr. Zul dengan melakukan dialog dan diskusi terbuka dengan masyarakat setempat. Terutama, mengenai program-program pembangunan NTB ke depan.

‘’Agenda kunjungan kali ini untuk mememuhi janji politik saya dulu. Setelah terpilih menjadi gubernur akan tetap menemui langsung masyarakat. Menyerap aspirasi dan hal-hal yang berkaitan dengan NTB,’’ katanya.

Kemudian, pada Sabtu pagi, 16 November 2018, gubernur kembali berkeliling dan menemui masyarakat dari rumah ke rumah. Bahkan juga menyempatkan waktu menemui tiga bersaudara yang kondisinya lumpuh di dusun setempat.

Pada sebuah rumah salah seorang warga di dusun itu, gubernur berhenti dan menyapa penghuninya. Tampak rumah itu tidak terurus. Dinding-dinding rumahnya sudah lapuk termakan usia. Yang nampak dari rumah panggung itu, hanya sebuah gambaran kemiskinan yang sudah berlangsung lama.

Gubernur kemudian mengucapkan salam kepada penghuni rumah. Seorang wanita paruh baya dari dalam rumah yang bernama Erni Johan kemudian membalas salam dari Gubernur.

Dr. Zul tak menyangka, pemilik rumah sedang berjuang sendiri menghidupi dan membesarkan tiga anaknya yang lumpuh. Ermi Joham sudah lama ditinggal cerai oleh suaminya.

Baca juga:  Gelar Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Gubernur Sebut Indikator Kesejahteraan Seperti Dompu

Pemandangan itu membuat Dr. Zul  sedih. Tidak ingin kondisi berlarut, Dr. Zul langsung memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan (Dikes)  dan Dinas Sosial (Disos)  untuk memperhatikan dan membantu keluarga tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Zul meminta kepada warga jika menemukan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan seperti itu. “Mohon kami dikasih tahu segera kalau hal yang seperti ini ada di tempat-tempat lain di NTB,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat, 16 November 2018, menyapa warga Bima. Setelah mendarat sekitar pukul 17.00 Wita, gubernur  didampingi sejumlah Kepala OPD, langsung meluncur ke Kecamatan Donggo Kabupaten Bima.

Setelah melewati jalan berkelok-kelok, dilengkapi pemandangan indah di sepanjang bagian barat Selat Bima itu, gubernur akhirnya  tiba di Desa Dori Dungga Kecamatan Donggo. Kedatangan gubernur ke desa tersebut untuk  bersilaturahmi dengan masyarakat setempat.

Dari Desa Dori Dungga, gubernur kemudian menuju Desa Kalla, Kecamatan Donggo. Bahkan, gubernur menyempatkan diri menyapa warga Desa Kalla, Kecamatan Donggo yang tengah melaksanakan MTQ. Di arena MTQ, gubernur memberikan sumbangan untuk menyukseskan kegiatan tersebut.

Setelah menyapa masyarakat di Desa Kalla, gubernur dan rombongan menuju Dusun Punti, Desa Sarita Kecamatan  Soromandi. Gubernur bersilaturahmi dengan masyarakat setempat, sekaligus untuk menyampaikan program-program prioritas Pemprov NTB, di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah.

Baca juga:  Gelar Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi, Gubernur Sebut Indikator Kesejahteraan Seperti Dompu

Di Dusun Punti Desa Sarita, gubernur menitipkan pesan agar orang tua turut berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Sehingga, anak-anak NTB tumbuh menjadi generasi tangguh dan memiliki wawasan yang luas.

“Orang tua berperan aktif memajukan dunia pendidikan bagi anak-anak dan generasi Gemilang NTB,” tegas gubernur.

Selain itu, Dr.Zul juga meminta masyarakat untuk menyukseskan pesta demokrasi 2019 mendatang. Yaitu, menyambut perhelatan pesta demokrasi lima tahunan itu dengan suka cita meski berbeda pilihan.

‘’Untuk Pilpres, Pileg dan pemilihan anggota DPD, mari kita sambut pesta demokrasi ini dengan senang, gembira meski beda pilihan,’’ ajaknya.

Menuju Kota Bima, Dr. Zul menyeberang menggunakan perahu tradisional milik warga dari Pelabuhan Sarita menuju Pelabuhan Bima dengan menyusuri Teluk Bima. Gaya blusukan ini mengundang simpati warga.

Suriadin, salah seorang warga menilai, gaya blusukan seperti ini dilakukan oleh kepala daerah jarang ditemukan sebelumnya. ‘’Kami harap gaya merakyat, menginap di rumah warga naik perahu dan menemui warga langsung seperti ini tidak diubah oleh Bapak Gubernur,’’ harapnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Desa Punti, Firmansyah S.Pd. Selain bangga desanya didatangi oleh gubernur, ia juga terkejut ketika gubernur mau menginap di rumah warga.

‘’Kami berharap kedatangan gubernur ini bisa melihat langsung kondisi pembangunan di desa kami. Ada banyak kekurangan dan persoalan yang dihadapi,’’ katanya. (nas/uki)