Biaya Pemasangan Listrik Tak Jelas, Korban Gempa Terancam Hidup dalam Kegelapan

Ilustrasi suasana tanpa listrik (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Warga korban gempa yang rumahnya rusak berat terancam hidup dalam kegelapan. Pasalnya, belum ada kejelasan mengenai biaya pemasangan instalasi  listrik di hunian tetap (huntap) maupun hunian sementara (huntara). Pemprov NTB, tak mengalokasikan anggaran untuk biaya pemasangan instalasi listrik korban gempa.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Ir. Muhammad Husni, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, menjelaskan bahwa persoalan ini pernah disampaikan dalam rapat koordinasi di Posko Komando Tugas Satuan Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) yang berlokasi di Eks Bandara Selaparang beberapa waktu lalu. Husni sempat menanyakan apakah bantuan stimulan sebesar Rp50 juta untuk warga yang rumahnya rusak berat, termasuk juga untuk pemasangan listrik dan instalasinya.

‘’Makanya waktu itu kita tanya, biaya itu include listrik apa ndak? Kan ada biaya masing-masing rumah. Begitu ada biayanya PLN pasti pasang. PLN itu sudah sangat siap. Di kita ndak ada biaya. Seharusnya include di situ,’’ kata Husni.

Baca juga:  Banyak Dusun Terpencil di Lotim Belum Nikmati Listrik

Bantuan stimulan Rp50 juta, kata Husni merupakan rumah siap huni. Jika rumah siap huni, maka seharusnya ada instalasi listrik dan air juga di dalamnya. ‘’Kalau tidak ada air dan listrik, rumah tidak siap huni namanya,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh, biaya pemasangan instalasi listrik itu ada yang include di dalam dana bantuan Rp50 juta. Tetapi ada juga yang tidak include. Ia menjaskan tidak semua masyarakat yang menjadi korban gempa memiliki instalasi listrik. Untuk masyarakat yang tak punya instalasi listrik, maka biaya pemasangan dan intalasi rumah tangga sekitar Rp1,5 juta per KK.

Tetapi bagi korban gempa yang sudah punya listrik, biayanya yang dikenakan untuk pemasangan instalasi rumah tangga. ‘’Waktu rapat di bandara saya tanya. Saya ingatkan jangan lupa untuk biaya listrik,” imbuhnya.

Ditanya berapa anggaran yang dibutuhkan pemasangan listrik korban gempa? Husni mengatakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten/kota yang lebih mengetahui. Biaya pemasangannya masih belum jelas. Karena ada yang memasukkannnya dalam bantuan stimulan Rp50 juta. Ada juga yang tidak memasukkan dalam komponen biaya pembangunan rumah bagi korban gempa.

Baca juga:  Menteri ESDM Dorong Pengembangan PLTS di NTB

Terkait dengan jumlah kerusakan rumah warga, awalnya Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB mendapatkan laporan rumah rusak sebanyak 204.449 unit. Dengan rincian rusak berat 83.808 unit, rusak sedang 44.566 unit dan rusak ringan 76.075 unit.

Setelah dilakukan verifikasi di lapangan, jumlah rumah warga yang rusak bertambah menjadi 210.670 unit. Dengan rincian rusak berat 73.426 unit, rusak sedang 31.950 unit dan rusak ringan 105.294 unit.

Angka ini diprediksi akan bertambah karena  belum tuntas dilakukan verifikasi. Diprediksi jumlah rumah warga yang rusak menembus angka 220 ribu unit. Kebutuhan anggaran untuk perbaikan rumah saja diperkirakan sebesar Rp7,3 triliun. (nas)