Lotim Masih Berutang Rp 24,3 Miliar

Ilustrasi (suarantb.com/ist)

Selong (Suara NTB) – Pemda Lombok Timur (Lotim) masih berutang Rp 24,3 miliar lebih kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jumlah utang tersebut merupakan sisa dari utang iuran asuransi kesehatan Pegawai Negeri Sipil sejak 2004-2013.

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Selong, dr. Gerry Adhikusuma kepada wartawan di Selong, Senin,  22 Oktober 2018 menerangkan, akumulasi keseluruhan utang yang lama tersebut Rp 34,4 miliar. Pemerintah daerah Kabupaten Lotim sudah bersepakat dengan BPJS Kesehatan untuk membayar dengan cara mencicil.

Gerry mengaku utang Pemkab Lotim ini juga sudah disampaikan ke Bupati Lotim. Pemkab Lotim berkomitmen untuk membayar utang-utang tersebut. Bahkan sempat ingin dibayar langsung lunas semua sisa, akan tetapi karena Lotim sedang dilanda gempa, sehingga diprioritaskan anggaran untuk penanganan gempa Lotim.

Selain utang lama, Pemkab Lotim juga disebut  belum membayar Rp 207 juta iuran untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) untuk 9 ribu warga Lotim. Lotim juga sudah ada komitmen untuk membayar semua tunggakan.

Untuk peserta PBI APBD Lotim ini juga sudah disiapkan ada penambahan dari 9 ribu peserta PBI Non APBD menjadi sekitar 30.997 orang yang rencananya akan mulai 1 November 2018 mendatang.

Kepesertan JKN KIS ini saat ini di Lotim baru mencapai 68 persen atau masih ada sisa 432.423 jiwa warga Lotim. Tahun 2019 mendatang, 95 persen warga Lotim ini harus sudah terdaftar menjadi JKN-KIS. Termasuk  4.600 honorer daerah atau Non ASN yang dijanjikan akan ditanggung Pemkab Lotim dengan cara memberikan tambahan insentif. Namun sebelum direalisasikan, disarankan untuk membuat regulasinya dalam bentuk Peraturan Bupati.

Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)m, Hasni yang dikonfirmasi membenarkan adanya sisa utang ke pada BPJS Kesehatan. Utang tersebut sudah siap dibayar tiap triwulan.

Sebelumnya sudah disepakati pembayaran Rp 836 juta per bulan. Terakhir, dilakukan penjadwalan ulang dan  Lotim siap membayar sisa utang tersebut Rp 1,5 miliar per triwulan, sehingga utang semua tuntas sampai dengan 2020 mendatang.

Sedangkan untuk yang rutin dijelaskan Hasni sesuai MoU BPJS Kesehatan dengan Pemda untuk 2018 ini, iuran Pemda dan PNS lancar sebesar 5 persen dari gaji. (rus)