Honorer K2 Tak Terakomodir Formasi Khusus CPNS

Kepala BKD NTB, H. Fathurahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) menyurati Pejabat Pembina Kepegawaian Pusat dan Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah yakni Gubernur dan Bupati/Walikota  terkait dengan banyaknya  tenaga honorer yang tak terakomodir formasi khusus seleksi CPNS 2018. Secara nasional, jumlah eks honorer K2 yang memenuhi persyaratan untuk diikutkan seleksi CPNS 2018 sebanyak 13.345 orang.

Sementara di NTB,  eks honorer K2 tenaga kesehatan dan guru untuk formasi khusus sebanyak 740 orang. Terdiri dari eks honorer K2 tenaga guru sebanyak 735 orang dan tenaga kesehatan 5 orang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M. Si mengatakan surat penjelasan dari Kemen PANRB tersebut tertanggal 11 Oktober lalu. Surat dengan No.B/505/SM.01.00/2018 ditandatangani Deputi Bidang SDM Aparatur atas nama Men PANRB, Setiawan Wangsaatmaja.

Dalam surat itu, Kemen PANRB menjelaskan tentang Peraturan Men PANRB No.36 Tahun 2018 terkait eks honorer K2. Pada ada poin satu surat tersebut dijelaskan  maksud dari kata bagi tenaga pendidik minimal berijasah S1 dan tenaga kesehatan minimal berijasah D-III yang diperoleh sebelum pelaksanaan seleksi 3 November 2013.

Saat pendataan tahun 2012, terdapat dua jenis pendidikan yang diinputkan. Yaitu kualifikasi atau tingkat pendidikan yang digunakan saat pengangkatan tenaga honorer pertama kali dan kualifikasi pendidikan yang telah ditamatkan saat pendataan.

Terkait hal ini, eks tenaga honorer K2 yang dinyatakan memenuhi syarat untuk diikutkan seleksi CPNS 2018 adalah mereka yang memperoleh ijasah sarjana dan melakukan perekaman pada saat pendataan tahun 2012 sesuai mekanisme yang diatur Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Hasil evaluasi dan validasi berdasarkan poin pertama diperoleh data eks tenaga honorer K2 yang memenuhi persyaratan ikut seleksi CPNS 2018 sebanyak 13.345 orang.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Berdasarkan data BKD NTB, jumlah formasi khusus eks tenaga honorer K2 dalam seleksi CPNS 2018 di. daerah ini sebanyak 740 orang. Terdiri dari formasi guru 735 orang dan tenaga kesehatan 5 orang.

Dari 735 formasi khusus tenaga guru se-NTB, tak satupun dari Pemprov NTB. Formasi khusus tenaga guru CPNS 2018 yang berasal dari hononer K2 hanya diperolehi 10 Pemda kabupaten/kota.

Dengan rincian, Kota Mataram sebanyak 1 orang, Lombok Barat 37 orang, Lombok Tengah 250 orang, Lombok Timur 79 orang, Lombok Utara 10 orang, Sumbawa Barat 12 orang, Sumbawa 58 orang, Dompu 42 orang, Bima 143 orang dan Kota Bima 103 orang.

Sedangkan untuk formasi khusus eks tenaga honorer K2 tenaga kesehatan hanya diperoleh tiga kabupaten/kota di NTB. Yakni Kota Mataram 1 formasi, Kabupaten Bima 1 formasi dan Kota Bima 3 formasi.

Tembus 55.611 Pelamar

Dua hari jelang penutupan pendaftaran CPNS 2018, jumlah pelamar di NTB sudah menembus 55.611 orang. Kabupaten Lombok Barat (Lobar) dan Kabupaten Bima masih menjadi incaran pelamar CPNS di atas 7.000 – 8.000 orang pelamar.

Sampai hari ke – 11 pendaftaran CPNS pada 11 Pemda di NTB, jumlah pelamar sudah mencapai 55.611 orang. Jumlah pelamar terbanyak di Lobar mencapai 8.902 orang, sedangkan formasi yang diperebutkan sebanyak 219 formasi.

Baca juga:  Nasib 223 P3K Pemprov Masih Menggantung

Kemudian disusul Kabupaten Bima 7.202 pelamar, dengan jumlah formasi yang diperebutkan 352 formasi. Instansi dengan pelamar terbanyak ketiga adalah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) sudah mencapai 6.594 orang. Jumlah formasi CPNS yang tersedia di Lotim sebanyak 225 formasi. Pemprov NTB menempati posisi keempat jumlah pelamar terbanyak. Hingga H-2 penutupan pendaftaran, jumlah pelamar sudah mencapai 6.042 orang. Sementara formasi CPNS Pemprov NTB tahun ini sebanyak 433 formasi.

Sementara itu di Kota Mtataram dengan jumlah lowongan yang tersedia 262 formasi, jumlah pelamar sudah menembus 5.997 orang. Lombok Tengah dengan formasi terbanyak di NTB yang mencapai 481 formasi, jumlah pelamar baru mencapai 3.231 orang.

Daerah lainnya seperti Lombok Utara, jumlah pelamar sudah mencapai 4.753 orang, Sumbawa Barat 2.569 orang, Sumbawa 4.615 orang, Dompu 4.341 orang dan Kota Bima1.365 orang. Pendaftaran CPNS 2018, kata Fathurahman akan ditutup Senin (15/10), hari ini.

Fathurahman mengatakan Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah bersurat ke panitia seleksi CPNS pusat dan daerah tertanggal 8 Oktober lalu yang meminta pelamar mengunggah ulang dokumen pendaftaran portal pendaftaran online BKN. Unggahan ulang dokumen pendaftaran ini karena terindikasi file corrupt pada dokumen yang diunggah oleh pelamar.

Jumlah kuota  CPNS untuk provinsi dan 10 kabupaten/kota sebanyak

3.186 formasi. Terdiri dari formasi umum sebanyak 2.446 orang  dan formasi khusus eks honorer K2 sebanyak 740 orang. (nas)