348 Risha Siap Dibangun

Kepala BPBD NTB, H. Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Sedikitnya 348 rumah tahan gempa siap dibangun untuk korban bencana di Lombok dan Sumbawa. Pembangunan akan didampingi kelompok masyarakat (Pokmas). Pembangunan akan dilakukan bertahap.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD), ada 348 Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) siap dibangun. Ini tersebar di KSB, Sumbawa Besar, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Mataram dan daerah terparah Lombok Utara.

‘’Selain Risha untuk 348 KK, akan dibangun juga untuk rumah konvensional 60 KK.  Dua tipe rumah ini memang menjadi kesepakatan,’’ kata Kepala BPBD NTB Ir. H. Mohammad Rum, MT Rabu, 3 Oktober 2018.

Disebutkan, butuh proses panjang untuk membangun bertahap proyek rumah tahan gempa ini. Dari total 149.715 unit rumah rusak, prosesnya masih verifikasi dan siap dibangun kembali.

Baca juga:  Polda NTB Tangani Lima Kasus Dugaan Penyimpangan Dana RTG

Total yang siap dibangun kembali 22.073 unit rumah, total rumah telah dibongkar 4.679 unit. Sebelum proses pembongkaran, total terverifikasi 124.423 unit rumah, selanjutnya yang sudah dikeluarkan SK oleh Bupati/Walikota sebanyak 95.882 unit rumah.

Anggaran yang akan diberikan Rp50 juta hingga Rp15 juta per KK masuk melalui rekening BRI. Sementara yang telah terbit buku tabungannya sebanyak 17.464 unit,  total buku tabungan telah berisi saldo 2.623 unit.

‘’Semua pembangunan akan didampingi oleh Pokmas. Sementara ini yang sudah  terbentuk 54 Pokmas,’’ jelasnya. Selain Posko Penanggulangan Bencana Daerah yang bermarkas di Selaparang Mataram, program ini juga terus dikawal BNPB.

Tim BNPB melakukan kompilasi data yang sudah di update, diantaranya data verifikasi rumah rusak, buku tabungan terisi, sosialisasi Pokmas, minat masyarakat terhadap Risha  dan SK Pokmas. Selanjutnya data-data itu  dimasukkan dalam template monitoring penanganan darurat Kabupaten dan kota.

Baca juga:  BNPB Transfer Rp466 Miliar untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di NTB

Tim BNPB bersama BPKP juga melakukan kunjungan ke sejumlah Dinas Perkim terkait progress verifikasi kerusakan rumah dan kesiapan  pembentukan tim teknis dan tim pendamping masyarakat.

Tim juga berkoordinasi dengan BRI, BPBD Lombok Tengah, dan Tim  Rekompak Lombok Tengah, terkait perbedaan data buku tabungan terisi, saat ini buku tabungan terisi sejumlah 799 rekening.

Selain itu,  Tim BNPB melakukan pendampingan adminstrasi Dana Siap Pakai (DSP). Kemudian sosialisasi Juknis pelaksanaan bantuan stimulan perbaikan/ pembangunan rumah korban bencana gempa bumi.  Pokmas juga siap menjalankan perannya dan mensukseskan percepatan  pembangunan rumah korban gempa.  (ars)