Setelah Gempa, Bagaimana Nasib Global Hub Kayangan?

Kepala DPMPTSP H. L. Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Dampak gempa yang meluluhlantakkan Kabupaten Lombok Utara (KLU) beberapa waktu lalu membuat investor yang akan menanamkan modalnya di megaproyek Global Hub atau Bandar Kayangan melakukan reschedule rencana investasi.

Namun Pemprov dan inisiator tetap optimis, para investor akan tetap merealisasikan investasinya.

‘’Investornya bertanya. Tugas kita memberikan keyakinan-keyakinan. Tiap bencana pasti ada hikmahnya,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 1 Oktober 2018.

Gita menjelaskan, para investor tersebut masih sebatas bertanya mengenai investasi di Global Hub. Tugas pemerintah adalah memberikan penjelasan. Yang diharapkan dapat menjadi perencanaan investor untuk merealisasikan investasinya lebih lanjut.

‘’Kalau dari inisiator, Pak Son Diamar masih tetap optimis terhadap investor-investor potensial yang sudah. Dengan menjalin komunikasi dengan calon investor potensial tersebut. Tapi di luar investor yang besar-besar, ada juga calon investor yang lain, sebagai pendukung proyek besar Global Hub bersiap-siap untuk masuk,’’ ujar Gita.

Dengan adanya bencana gempa,  para investor yang sudah mau berinvestasi di Global Hub mengonfirmasikan ke DPMPTSP. Dari informasi  diberikan menjadi bahan awal investor  untuk melakukan perencanaan investasi selanjutnya.

Baca juga:  Percepat Tuntaskan Validasi Data Tambahan Korban Gempa

Gita menjelaskan sektor pariwisata, biasanya jika ada bencana, wisatawan akan membatalkan kunjungannya.  Namun untuk investasi, tidak serta merta investor akan membatalkan investasinya.

‘’Kalau investasi tidak serta merta dia cancel. Minimal  wait and see dia, reschedule dia. Kan prosesnya panjang kalau investasi. Ada yang sudah merealisaikan, ada yang  sedang berjalan,’’ terangnya.

Seperti diketahui, Global Hub Kayangan direncanakan akan menyerupai Kota Dubai Uni Emirat Arab dengan penduduk sekitar satu juta jiwa pada lahan seluas 7.000 hektare. Di mana, pada kawasan tersebut dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter.

Di Indonesia, tidak ada pelabuhan internasional yang mampu menampung kapal sepanjang 500 meter tersebut kecuali di Global Hub Kayangan. Pasalnya, di daerah lain lautnya dangkal dan hanya mampu menampung kapal-kapal besar dengan ukuran atau panjang maksimal 300 meter.

Perairan di Pulau Lombok terutama di kawasan Global Hub Kayangan akan mampu menampung kapal dengan panjang 500 meter tersebut, dengan kedalaman sekitar 35 meter. Kapal  dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer. Jika empat saja kapal yang sandar dan menurunkan separuh barangnya, maka kawasan industri seluas 1.000 hektare akan penuh.

Baca juga:  BNPB Transfer Rp466 Miliar untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi di NTB

Selain akan dibangun pelabuhan internasional, juga kilang minyak dengan investasi yang cukup besar mencapai Rp 130 triliun. Sementara untuk pelabuhan diperkirakan investasinya sebesar Rp 30 triliun. Setelah PP No. 13 Tahun 2017 tentang RTRW nasional ini keluar, maka akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, baik provinsi dan pemda Lombok Utara untuk melakukan revisi Perda RTRW.

Dari sisi regulasi, pemerintah pusat sudah menerbitkan PP No. 13 Tahun 2017. Kemudian, dari sisi investor, sudah ada yang melakukan Memorandum of Understanding (MoU). Proyek Global Hub Kayangan  murni investasi swasta, bukan didanai APBN maupun APBD. Investor yang akan membangun adalah para pemilik kapal-kapal besar dari Eropa serta kilang minyaknya dari Rusia dan Cina. (nas)