Pendaftaran CPNS Dibuka, Pelamar Guru – Tenaga Kesehatan Wajib Lampirkan Dokumen Ini

Kepala BKD NTB, Drs. H. Fathurahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan 10 Pemda kabupaten/kota secara resmi membuka pendaftaran CPNS 2018 selama dua minggu ke depan, sejak 30 September – 15 Oktober mendatang. Dari 3.186 formasi CPNS, sebagian besar untuk tenaga guru dan tenaga kesehatan.

Bagi pelamar CPNS untuk jabatan guru dan tenaga kesehatan, Pemerintah membuat persyaratan khusus. Bagi pelamar untuk formasi guru, diwajibkan melampirkan sertifikat pendidik. Sedangkan untuk tenaga kesehatan, pelamar diwajibkan melampirkan Surat Tanda Registrasi (STR).

‘’Itu memang dipersyaratan secara nasional sesuai juknis dari  Kemen PANRB. Itu juga sedang kita bicarakan. Karena tidak mudah untuk mendapatkan STR. Karena dia harus melewati diklat,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M.Si dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 30 September 2018 siang.

Ia mengatakan, pihaknya sedang menanyakan mengenai syarat melampirkan STR bagi pelamar tenaga kesehatan dan sertifikat pendidik bagi pelamar tenaga guru ke pusat. Apakah boleh pelamar menggunakan  surat keterangan untuk sementara.

‘’Bahwa mereka yang sudah mempunyai STR, tapi tidak diperpanjang, mati. Tapi karena perpanjang memerlukan waktu juga,” katanya

Selain mengenai persyaratan khusus tersebut, Pemprov juga melayangkan surat ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemprov meminta perpanjangan waktu pendaftaran CPNS. Karena NTB baru bisa membuka pendaftaran CPNS secara serentak 30 September. Sementara daerah lainnya di Indonesia sudah membuka pendaftaran sejak 26 September lalu.

Baca juga:  Miliki Kampus IPDN, NTB Tak Dapat Perlakuan Khusus Kemendagri

‘’Kita bersurat resmi ke BKN. Karena ada keterlambatan yang disebabkan beberapa kendala teknis yaitu perbaikan formasi di Kemen PANRB,’’ ujarnya.

Mengenai sulitnya calon pelamar mengakses situs pendaftaran CPNS secara online, Fathurahman menyarankan supaya melakukan pendaftaran di luar jam-jam sibuk. Biasanya, pada pagi atau siang hari, situs pendaftaran CPNS secara online akan sulit diakses.  Karena situs tersebut diakses jutaan orang secara nasional.

‘’Caranya pada saat tidak sibuk jaringan, mungkin tengah malam. Melihat secara nasional ini pendaftarannya. Mungkin tengah malam atau malam hari. Memang seperti itu. Karena kalau pagi, siang yang mengakses banyak,’’ katanya.

Pemprov NTB dan 10 kabupaten/kota akan membuka pendaftaran penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi jalur umum dan khusus 26 September mendatang. Secara keseluruhan, 11 entitas pemerintahan di NTB membuka lowongan 1.331 tenaga guru dan 829 tenaga kesehatan formasi umum.

Data BKD NTB, jumlah kuota  CPNS untuk provinsi dan 10 kabupaten/kota sebanyak

3.186 formasi. Terdiri dari formasi umum sebanyak 2.446 orang  dan formasi khusus eks honorer K2 sebanyak 740 orang.

Formasi khusus tenaga guru di Kota Mataram sebanyak 1 orang, Lombok Barat 37 orang, Lombok Tengah 250 orang, Lombok Timur 79 orang, Lombok Utara 10 orang, Sumbawa Barat 12 orang, Sumbawa 58 orang, Dompu 42 orang, Bima 143 orang dan Kota Bima 103 orang. Untuk formasi khusus tenaga kesehatan kuotanya cuma 5 orang. Tersebar di Kota Mataram 1 orang, Bima 1 orang dan Kota Bima 3 orang.

Baca juga:  Rekrutmen P3K Direncanakan Pertengahan Agustus

Untuk formasi umum tenaga guru, Pemprov membuka lowongan 326 formasi, Kota Mataram 130 formasi, Lombok Barat 110 formasi, Lombok Tengah 150 formasi, Lombok Timur 29 formasi, Lombok Utara 108 formasi, Sumbawa Barat148 formasi, Sumbawa 100 formasi, Dompu 81 formasi, Bima 100 formasi dan Kota Bima 49 formasi.

Formasi umum tenaga kesehatan, Pemprov NTB 107 formasi, Kota Mataram 100 formasi, Lombok Barat 46 formasi, Lombok Tengah 48 formasi, Lombok Timur 92 formasi, Lombok Utara 113 formasi, Sumbawa Barat 70 formasi, Sumbawa 87 formasi, Dompu 54 formasi, Bima 79 formasi dan Kota Bima 33 formasi.

Selain guru dan tenaga kesehatan, 10 Pemda kabupaten/kota juga membuka lowongan tenaga teknis sebanyak 286 formasi. Kota Mataram 30 formasi, Lombok Barat 26 formasi, Lombok Tengah 33 formasi, Lombok Timur 25 formasi, Lombok Utara 43 formasi, Sumbawa Barat 8 formasi, Sumbawa 30 formasi, Dompu 52 formasi, Bima 29 formasi dan Kota Bima 10 formasi. (nas)