Dr. Zul Jamin Rehabilitasi dan Rekonstruksi Berjalan Sesuai Rencana

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah saat menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei (Sumber Foto : Humas NTB)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menemui Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei untuk mempertanyakan kejelasan dana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Jakarta, Selasa, 25 September 2018. Selain menemui Kepala BNPB, gubernur juga menemui mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Prof. Dr. Kuntoro Mangkusubroto.

Gubernur dalam akun media sosialnya yang sudah terverifikasi, Selasa, 25 September 2018 memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai rencana. Apalagi adanya kerjasama dan pengertian bersama, rehabilitasi dan rekonstruksi akan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah pusat menargetkan rehabilitasi fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit, pasar dapat tuntas Desember mendatang. Sedangkan perbaikan rumah warga yang mencapai 149 ribu unit ditargetkan tuntas Maret 2019.

Gubernur mengajak masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi mulai bergerak bersama, bergotong royong bahu membahu melakukan sesuatu yang bisa dilakukan bersama. “Agar situasi segera pulih seperti sediakala,” harapnya.

Sementara saat menemui mantan Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh, Kuntoro Mangkusubroto, gubernur mengaku belajar banyak mengenai cara rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Bahkan, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini bersedia menjadi staf khusus Gubernur NTB dalam membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi di NTB.

Rencana untuk menemui Kepala BNPB diungkapkan Gubernur usai sidang paripurna istimewa, Senin, 24 September 2018. Ia menjelaskan tujuannya menemui Kepala BNPB untuk  menanyakan kejelasan dana bantuan perbaikan rumah bagi korban gempa.

Diketahui, untuk masyarakat yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah Rp50 juta. Rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.

Awal September lalu, Presiden Jokowi telah memberikan buku tabungan kepada  5.293 warga yang rumahnya rusak akibat gempa.  Dengan rincian  Lombok Timur 2.782 orang, Lombok Utara 1.353 orang, Lombok Barat 359 orang, Lombok Tengah 779 orang, Kota Mataram 20 orang. Sedangkan untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat masih dalam finalisasi untuk verifikasi.

Rumah warga yang rusak akibat gempa mencapai 149.715 unit yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Dari jumlah itu diperkirakan rumah yang rusak berat sekitar 70 ribu unit. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.