Harapan Para Tokoh NTB : Zul-Rohmi Mengayomi Seluruh Umat Beragama

Pasangan Zul-Rohmi

Mataram (Suara NTB) – Gubernur dan Wakil Gubernur NTB yang baru, Dr. H. Zulkieflimansyah-Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) diharapkan dapat mengayomi seluruh umat beragama yang ada di daerah ini. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat diharapkan pemimpin NTB yang baru ini diharapkan tidak membedakan antara kelompok yang satu dengan yang lainnya.

“Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur yang baru kita berharap mengayomi seluruh umat beragama secara proporsional. Kita berharap begitu,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTB, Prof. H. Saiful Muslim kepada Suara NTB, Selasa, 18 September 2018 siang kemarin.

Ia mengatakan, selama ini kerukunan dan tolerasi antaraumat beragama di NTB cukup baik. Meskipun ada beberapa konflik yang terjadi. Namun, konflik tersebut dapat segera diselesaikan oleh pemerintah daerah dan para tokoh-tokoh agama.

Mewakili komunitas umat Islam yang berjumlah 96 persen di NTB, Saiful mengharapkan pimpinan NTB lima tahun mendatang dapat memberikan perhatian secara proporsional kepada seluruh umat beragama yang ada di daerah ini. Menurutnya, kelompok-kelompok umat beragama yang ada perlu dukungan dari pemerintah daerah dalam upaya menciptakan kerukunan dan toleransi yang semakin baik.

Ia mengucapkan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang dilantik  secara resmi untuk menjalankan roda pemerintahan lima tahun mendatang. Diharapkan pembangunan di NTB bisa berjalan dengan baik. Pembangunan dapat berjalan apabila semua umat beragama di daerah ini merasa aman dan nyaman.

‘’Karena kita terdiri dari enam umat beragama di NTB, perlu  juga diperhatikan secara serius. Supaya kami bisa bergerak memberikan yang terbaik bagi umat. Untuk menjaga kerukunan, keharmonisan antara umat yang satu dengan yang lain,’’ katanya.

Pembangunan  NTB lima tahun ke depan akan berjalan dengan baik apabila daerah kondusif. Artinya, pembangunan akan berjalan jika kehidupan antar umat beragama aman, nyaman dan tenteram. Tidak ada perkelahian antar umat beragama. ‘’Menjaga kerukunan antarumat beragama harus terus menerus kita jaga,’’ ucapnya.

Lanjutkan Kepemimpinan TGB

Harapan senada disampaikan tokoh Agama Buddha NTB, Pandita I Wayan Sianto. Ia mengharapkan pasangan Zul-Rohmi mampu mengayomi seluruh umat beragama di daerah ini. Apa yang dilakukan mantan Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersama pasangannya Ir. H. Badrul Munir, MM., dan H. Muh. Amin, SH., MSi.,  sepanjang 10 tahun sudah berjalan cukup baik.

Begitu juga pembangunan infrastruktur juga terlihat sangat nampak. Dari sisi manusianya, kerukunan umat beragama juga dibangun cukup kuat. Dari pusat, hingga daerah kerukunan umat beragama berjalan cukup baik.

‘’Nyaris tak ada terdengar riak-riak persoalan yang menyangkut agama. NTB sangat kondusif. Tinggal pemimpin baru melanjutkan, dan meningkatkannya,’’ ujarnya pada Suara NTB, Selasa, 18 September 2018.

Baca juga:  Menyerap Aspirasi, Menginformasikan Program melalui Safari Subuh

Selain itu, harapnya, gubernur dan wakil gubernur baru memfasilitasi elemen-elemen yang tergabung dalam kerukunan umat beragama untuk lebih intens membangun komunikasi hingga di lapisan paling bawah.

Tetap Jaga NTB yang Aman dan Kondusif

Ketua Dekenat NTB Keuskupan Denpasar, RD. Laurensius Maryono, menyampaikan proficiat atau selamat atas pelantikan Gubernur NTB dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB terpilih periode 2018-2023, Dr. H. Zulkieflimansyah –  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah. Diharapkan gubernur dan wagub yang baru dapat tetap menjaga NTB yang aman dan kondusif.

Tokoh Agama Katolik ini menyampaikan selamat atas berlangsungnya pemilihan gubernur yang aman dan kondusif. Dengan begitu maka pemilihan gubernur dan wagub diterima oleh semua pihak tanpa ada masalah. ‘’Harapan berikutnya, gubernur dan wagub bisa melanjutkan program sebelumnya yang sudah dilanjtukan dan belum dilaksanakan untuk membangun NTB,” katanya.

Maryono juga berharap agar Gubernur baru tetap menjaga NTB yang aman dan kondusif, terlebih pada saat pemulihan pascabencana gempa bumi. Dengan situasi sektor pariwisata yang menurun pascabencana, perlu menjaga kondusifitas  pascabencana agar Lombok dan NTB pada umumnya bisa segera pulih.

Pihaknya bersama unsur FKUB akan membantu mendukung untuk pembangunan di bidang kerukunan antarumat beragama. ‘’Karena kerukunan adalah fondasi dalam setiap pembangunan. Itu mewakili harapan kami dari umat Katolik,’’ katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan kesan yang baik terhadap kepimpinan Gubernur NTB periode 2008 sampai dengan 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Maryono menyampaikan proficiat atau selamat kepada TGB sebab telah memajukan NTB menjadi lebih maju dan sejahtera.

“Kesan bagi gubernur lama, kami terjalin komunikasi, relasi, dan dialog yang baik. Kami kelompok minoritas terlindungi, dan itu hak-hak kami di dalam pemerintahan TGB mendapat perhatian. Dalam tatanan pembangunan kami sangat diperhatikan,’’ ujarnya

Gubernur Harus Tetap Merangkul

Ketua Matakin Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Provinsi NTB, S. Widjanarko mewakili suara Khonghucu menaruh harapan besar kepada pemimpin baru NTB untuk tetap merangkul.

Gubernur terpilih menurutnya sebagai figur terbaik yang dipercayakan oleh rakyat. Sangat diharapkan visi misinya yang disampaikan kepada rakyat dapat dilaksanakan. Gubernur sebelumnya, TGB dianggap telah menempatkan pondasi yang kokoh dalam banyak hal. Termasuk soal kerukunan antarumat beragama.

Karena itu, diharapkan pondasi tersebut dapat dilanjutkan. Membawa NTB lebih maju ke depannya. ‘’Lanjutkan dan tingkatkan,’’ pesannya.

NTB selama ini dianggap sangat kondusif. Penyelesaian persoalan-persoalan dilakukan dengan sangat kondusif. TGB dianggap sangat mengayomi.  Tinggal kembali kepada masyarakatnya. Rasa aman dirasakan betul, saat mencuatnya kasus Ahok. Kasus itu berimbas kepada daerah, dan dapat dikendalikan dengan sangat baik di daerah ini.

Baca juga:  Catatan Politik 2019, Rekonsiliasi Pasca-Pilpres dan Konsolidasi Politik Zul-Rohmi

‘’Tinggal gubernur baru perkuat  stakeholders. Sekarang kalau mau NKRI Harga Mati ya harus merangkul semuanya. Supaya tidak terecah-pecah dan terkotak-kotak. Apalagi jelang Pilpres rawan terjadi gesekan,’’ demikian Widjanarko.

Tingkatkan Kerukunan

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah NTB, Pendeta Victor Hutauruk, D.Min.,  mengatakan kerukunan antar umat beragama sudah dirasakan baik. Ia berharap ke depan, Gubernur NTB dan Wakil Gubernur (Wagub) NTB terpilih periode 2018-2023, Dr. H. Zulkieflimansyah –  Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bisa terus meningkatkan kerukunan.

‘’Kerukunan itu sangat penting, apalagi dengan pekerjaan yang besar, harus bekerja sama. Apalagi masalah rohani, masalah iman itu menentukan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Pendeta Victor yang merupakan tokoh agama Kristen.

Di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wagub NTB yang baru, diharapkan bisa jauh lebih baik lagi. Ia juga menyampaikan, perlunya pendaanan melalui  APBD dalam pembinaan agama, karena dengan membina masyarakat, turut membantu pemerintah. ‘’Pembinaan di lingkup Kristen juga berdampak ke masyarakat yang dipimpin oleh gubernur,” ujarnya.

Victor menekankan, upaya meningkatkan  kerukunan harus didukung oleh tokoh agama, perlu ditingkatkan kerukunan dan kebersamaan semua pihak. ‘’Kita harus bersama-sama, apalagi sektor pariwisata kita tumbuh, pariwisata sangat penting bagi kita,’’ pungkasnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi NTB, Drs I Gede Mandra, M.Si. Ia menyampaikan harapan agar ke depan kerukunan umat beragama harus benar-benar bisa dijamin. ‘’Dan mampu mewujudkan masyarakat NTB yang sejahtera, bahagia, aman, dan tenteram,’’ ujarnya.

Ia menyampaikan selamat atas pelantikan sebagai Gubernur dan Wagub NTB. Pemimpin baru NTB ini diharapkan bisa mempertahankan kesuksesan dan keberhasilan yang sudah diwariskan oleh gubernur sebelumnya. Dengan begitu nama NTB bisa tetap berjaya dan tidak kalah dengan provinsi lain.

Gde Mandra juga berpesan agar sistem pemerintahan atau gaya kepemimpinan Gubernur dan Wagub yang baru bisa mengayomi seluruh unsur masyarakat NTB. “Mari kami diajak utuk kita membangun NTB dengan semua pihak berkontribusi mewujudkan NTB ke depan yang gemilang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTB yang menjabat selama dua periode, sejak 2008 sampai dengan 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi. Menurutnya, secara objektif, pihaknya yang merupakan salah satu komponen masyarakat NTB, memandang bahwa Tuan Guru Bajang (TGB), sapaan Zainul Majdi, sudah menunjukkan indikasi keberhasilannya.

Bagi umat Hindu sendiri, kata Gde Mandra, pihaknya mendapatkan satu ketenangan dan kedamaian yang diciptakan oleh Pemerintah Provinsi NTB yang lalu. Juga dari aspek lain seperti sosial kemasyarakatan dan ekonomi seperti visi NTB yaitu mewujudkan masyarakat NTB yang beriman, berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera. (tim)