Pencairan Bantuan Perbaikan Rumah Lamban, TGB Protes BNPB

Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengaku sempat protes ke Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kaitan dengan lambannya pencairan dana bantuan stimulan perbaikan rumah yang telah ditransfer ke rekening 5.293 penerima.

Dana bantuan stimulan perbaikan rumah korban gempa tersebut diberikan secara simbolis Presiden Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) di Kecamatan Pemenang, 2 September lalu.

‘’Saya kemarin telepon ke Kepala BNPB. Saya terus terang juga protes,’’ kata gubernur ketika dikonfirmasi usai peresmian PT. Bank NTB Syariah di Islamic Center, Kamis, 13 September 2018 siang.

Gubernur menjelaskan, lambannya pencairan dana bantuan untuk perbaikan rumah korban gempa tersebut karena ada prosedur yang dilalui. Yakni, harus ada surat permintaan pencairan dari bupati/walikota.

Karena bantuan dana stimulan tersebut berasal dari Dana Siap Pakai (DSP). Maka harus ada petunjuk pelaksanaan (Juklak) tertentu yan diperlukan. Cuma secara implementasi di lapangan, menyebabkan keterlambatan dan kesulitan bagi masyarakat yang sudah mendapatkan dana itu untuk mencairkannya.

Baca juga:  6.747 Korban Gempa Belum Terima Jadup

‘’Per kemarin dijanjikan semua juklak yang terkait diselesaikan oleh BNPB. Sehingga diharapkan hari ini sudah mulai dicairkan,’’ kata gubernur.

Gubernur yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini  menambahkan, pemberian dana bantuan stimulan akan dilakukan secara bertahap. Dari seratusan ribu rumah yang rusak akibat gempa, dilakukan verifikasi terlebih dahulu.

Namun diharapkan dalam satu sampai dua hari ke depan, bantuan dana stimulan tersebut sudah diberikan kepada masyarakat. Jika pada tahap pertama,semua dana ditransfer ke rekening penerima. Maka pada tahap berikutnya, kata TGB, pola pencairannya akan dibagi menjadi dua tahap.

Misalnya, untuk masyarakat yang rumahnya rusak berat akan mendapatkan bantuan perbaikan rumah Rp50 juta. Maka akan diberikan sebanyak dua tahap, masing-masing Rp25 juta.

Baca juga:  RTG Krisis Tenaga Konstruksi Akibat Penggajian Tak Beres

‘’Sebab pelaksanaan pembangunan itu perlu waktu. Jadi Rp25 juta dicairkan, kemudian nanti progresnya seperti apa. Kemudian dicairkan lagi,’’ terang TGB.

Pada intinya, kata Gubernur NTB dua periode ini, dana yang diberikan pemerintah pusat tetap sama. Untuk rumah rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta dan rusak ringan Rp10 juta.  Mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) pencairan dana bantuan tersebut sudah selesai dibuat BNPB. ‘’Sehingga hari ini katanya sudah bisa dicairkan,’’ tandasnya.

Diketahui, baru 5.293 warga yang rumahnya rusak akibat gempa  sudah dapat  bantuan dana stimulan dari pusat.

Namun dana tersebut masih diblokir BNPB. Dengan rincian  Lombok Timur 2.782 orang, Lombok Utara 1.353 orang, Lombok Barat 359 orang, Lombok Tengah 779 orang, Kota Mataram 20 orang. Sedangkan untuk Sumbawa dan Sumbawa Barat masih dalam finalisasi untuk verifikasi. (nas)