PUPR Latih Tenaga Pendamping untuk Kawal Masyarakat Bangun Rumah Tahan Gempa

Mataram (Suara NTB) – Rehabilitasi dan rekonstruksi puluhan ribu rumah warga yang rusak akibat gempa beberapa waktu lalu akan dirancang tahan gempa maksimum 7 skala richter (SR). Saat ini Kementerian PUPR sedang melatih tenaga pendamping yang akan mengawal masyarakat untuk membangun rumah tahan gempa.

‘’Tenaga pendamping kita latih. Bagaimana membuat rumah tahan gempa. Ini yang kita kunci. Baik itu pembangunan maupun rehabilitasi yang kita kunci adalah bagaimana rumah itu tahan gempa pada tataran 7 SR,’’ kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT ketika dikonfirmasi di Mataram, kemarin.

Ketika ada guncangan gempa 7 SR, kata Sugihartha,  maka kondisi bangunan rumah dan penghuni masih aman. Jika terjadi gempa dengan skala 8 SR dalam jangka waktu yang lama, penghuni masih aman.

Baca juga:  Banyak Masalah, BPBD NTB Desak Ubah Inpres

‘’Rumah itu roboh bukan begitu gempa. Tapi gempa dalam frekuensi lama pada akhirnya tak mampu menahan getaran,’’ katanya.

Terkait engan verifikasi rumah korban gempa yang rusak berat, Sugihartha mengatakan sudah terverifikasi sebanyak 15.813 unit. Dengan rincian Kota Mataram 1.482 unit, Lombok Barat 1.503 unit, Lombok Utara 8.254 unit, Lombk Tengah 1.453 unit dan Lombok Timur 3.121 unit.

Untuk data kerusakan rumah di Sumbawa Barat dan Sumbawa, kata Sugihartha masih dalam proses pendataan. Rumah rusak ringan, sedang dan berat yang ada di sana belum dilakukan verifikasi karena masih menunggu data.

Baca juga:  Penyimpangan Dana Gempa, BPBD Sarankan Lapor Polisi dan “NTB Care”

Penanganan pascabencana gempa NTB memasuki masa transisi darurat menuju pemulihan sejak 26 Agustus lalu. Data terbaru yang dikeluarkan Posko Tugas Gabungan Terpadu (Gasgabpad) Penanganan Darurat Bencana Gempa Lombok hingga 27 Agustus 2018, jumlah masyarakat yang masih mengungsi sebanyak 396.032 orang.

Sementara jumlah rumah warga yang rusak, baik di Pulau Lombok dan Sumbawa sebanyak 83.392 unit. Dengan rincian, Lombok Utara 23.098 unit, Lombok Barat 37.285 unit, Kota Mataram 2.060 unit, Lombok Tengah 4.629 unit, Lombok Timur 7.280 unit dan Sumbawa 9.040 unit. (nas)