Verifikasi Rumah Warga Korban Gempa Ditargetkan Tuntas Selama Tanggap Darurat

Mataram (Suara NTB) – Verifikasi terhadap ratusan ribu rumah warga yang rusak akibat gempa 6,4 SR dan 7 SR ditargetkan tuntas selama masa tanggap darurat yang akan berakhir 25 Agustus mendatang. Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB menyebutkan sudah ada 8.000 rumah rusak yang telah diverifikasi di lapangan.

‘’Data yang pasti adalah data terverifikasi. Ketika tim sudah turun memverifikasi. Hasil verifikasi inilah yang kita yakini kebenarannya. Sampai saat ini yang sudah terverifikasi, diprioritaskan yang rusak berat hampir 8.000 rumah rusak berat terverifikasi,’’ sebut Kepala Dinas Perkim NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT ketika dikonfirmasi di Mataram, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Sebanyak 8.000 rumah rusak berat yang telah diverifikasi itu tersebar di lima kabupaten/kota. Yakni Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Namun, Sugihartha tak merincikan data rumah yang sudah terverifikasi per kabupaten/kota.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah memerintahkan OPD terkait untuk mempercepat proses verifikasi rumah rusak berat. Saat memimpin rapat terbatas dengan beberapa OPD pekan kemarin, gubernur memerintahkan dalam satu sampai dua minggu sebanyak 10.000 unit rumah rusak berat harus sudah selesai diverifikasi. Artinya, 10.000 warga yang rumahnya rusak berat harus dipastikan telah memperoleh dana bantuan perbaikan sebesar Rp 50 juta.

Sugihartha mengatakan pihaknya dapat menyelesaikan verifikasi terhadap 10.000 unit rumah minggu-minggu ini. ‘’Sekarang sudah terverifikasi sudah 8.000-an unit. Artinya, besok sudah 10.000 unit. Kita terus lakukan percepatan. Perintah Presiden kan segera yang 1.191 rumah waga diperbaiki,’’ katanya.

Untuk rumah yang sudah selesai diverifikasi maka dananya akan segera ditransfer oleh BRI. Mengenai verifikasi ratusan ribu unit runah warga yang rusak, Sugihartha optimis tuntas dalam waktu dekat. ‘’Kami berharap akan selesai di masa tanggap darurat ini,’’ ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan perbaikan rumah sebenarnya dilakukan pascabencana atau tanggap darurat. Namun, dengan adanya instruksi Presiden agar mempercepat proses rekonstruksi agar masyarakat segera menghuni rumahnya, maka proses verifikasi dilakukan sejak awal kejadian akhir Juli lalu.

Untuk masyarakat yang sudah mendapatkan bantuan, maka segera memperbaiki rumahnya. Namun tentunya, membangun rumah dengan konstruksi tahan gempa. ‘’Kami akan edukasi masyarakat supaya membangun rumah tahan gempa,’’ kata Sugihartha.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (AP dan LPBJP) Setda NTB ini menjelaskan minimal rumah yang dibangun tahan gempa dengan kekuatan 7 SR. Yakni rumah dengan konsep ruumah instan sederhana sehat (RISHA).

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, jumlah rumah yang rusak sebanyak 71.740 unit. Dengan rincian, Lombok Utara 24.989 unit, Kota Mataram 754 unit, Lombok Barat 25.540 unit, Lombok Tengah 4.767 unit dan Lombok Timur 15.684 unit. Sementara korban meninggal sebanyak 483 orang dan mengungsi 431.416 jiwa. (nas)