Seluruh Bendungan Besar di NTB Kritis

Mataram (Suara NTB) – Akibat musim kemarau yang melanda NTB, debit air seluruh bendungan besar yang ada di daerah ini dalam kondisi kritis. Sebagian air bendungan sudah tak dapat digunakan untuk irigasi pertanian.

Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. Wedha Magma Adhi, M. TP mengatakan sejak awal bulan ini kondisi bendungan-bendungan besar, baik yang di Pulau Sumbawa maupun Pulau Lombok sudah kritis. Kritis dalam artian airnya sudah tak dapat disalurkan untuk irigasi pertanian.

Baca juga:  Musim Hujan, Jerowaru Masih Dilanda Kekeringan

“Kalau awal bulan itu semua bendungan sudah kritis. Ada yang kritis untuk disalurkan. Ada yang kritis untuk menjaga konstruksi bendungan itu sendiri. Kan bendungan itu harus tetap basah,” kata Ardhi dikonfirmasi Suara NTB, Sabtu, 4 Agustus 2018.

Beberapa bendungan besar yang ada di NTB, antara lain Pandanduri, Batujai, Pengga, Batubulan dan lainnya. Untuk sementara, air bendungan sebagian besar sudah tak dapat digunakan untuk mengairi lahan pertanian.

Diharapkan kondisi ini tak membuat petani gagal panen. Menurutnya, pada musim tanam tahun ini cuaca tak menentu. Kadang-kadang turun hujan satu sampai dua hari.

Baca juga:  Musim Hujan, Jerowaru Masih Dilanda Kekeringan

“Dikira musim hujan, dia nanam. Begitu nanam, kering. Cuaca tak menentu. Kan petani ini kadang-kadang memakai intuisi, pengalamannya,” kata Ardhi.

Sistem High Level Diversion (HLD) Jurang Sate Lombok Barat, kata Ardhi juga dalam kondisi kritis. Jika tahun sebelumnya, sistem HLD Jurang SateĀ  dapat disalurkan ke Bendungan lainnya. Namun sekarang debit airnya juga jauh menurun. (nas)