Atasi Krisis Air Bersih, BPBD Usulkan Anggaran Rp2 Miliar

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mengusulkan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk memasok air bersih. Dana sebesar itu akan diusulkan dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2018. Dana tersebut  akan dipergunakan untuk memasok air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekurangan air bersih di NTB.

‘’Kami usulkan Rp2 miliar di APBD Perubahan untuk dropping air bersih,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H.Mohammad Rum, MT ketika dikonfirmasi di Mataram, Kamis kemarin.

Rum mengatakan, pihaknya sebatas mengusulkan saja. Nantinya, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang akan mengkaji dan memutuskan apakah usulan tersebut seluruhnya diterima atau tidak.

Rum mengatakan, distribusi air bersih merupakan upaya jangka pendek. Jika usulan tersebut diterima, ia berharap dapat juga digunakan untuk membangun sumur bor. Untuk mengatasi kekeringan yang melanda NTB tiap tahun ini, Rum mengatakan tidak ada cara lain yang dapat dilakukan selain membangun sumur bor.

Tahun 2018, BPBD NTB mendapatkan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk membangun lima sumur bor. Yang tersebar di Lombok Timur 2 unit serta Lombok Tengah, Lombok Barat dan Dompu masing-masing satu unit. Untuk pembangunan satu unit sumur bor, membutuhkan anggaran sebesar Rp200 juta.

Keberadaan sumur bor yang dibangun Pemprov maupun kabupaten/kota dinilai cukup membantu dalam penyediaan air bersih kepada warga yang selama ini terdampak kekeringan. Rum mengatakan, di Lombok Timur, jumlah masyarakat yang mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau sudah berkurang akibat banyaknya sumur bor yang dibangun di daerah tersebut.

Berdasarkan informasi dari Badan meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau di NTB diprediksi pada Agustus dan September mendatang. Hasil monitoring yang dilakukan Stasiun Klimatologi Kediri Lombok Barat pada dasarian I Juli 2018, hampir seluruh NTB, curah hujannya sudah sangat rendah.

Meskipun demikinan, kata Rum, belum ada satu kabupaten/kota  di NTB yang sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Artinya, kata mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Layananan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (AP dan LPBJP) Setda NTB ini, kondisi kekeringan masih belum parah.

‘’Kadang-kadang dari sekian  luas daerah, desa, ada satu titik kekeringan di-blow up seolah-olah semua terkena. Kalau daerah Jerowaru dari dulu kena kekeringan. Tapi secara umum di Lombok Timur itu banyak mengalami kekurangan (masyarakat terdampak). Karena  intervensi sumur bor luar biasa,’’ ucapnya.

Rum mengatakan, pihaknya menurunkan tim ke kabupaten/kota untuk melihat kondisi lapangan.  BPBD NTB juga sudah mengirim satu mobil tangki air bersih untuk mengatasi krisis air bersih di daerah paling timur NTB tersebut. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.