Dua SMA Negeri Baru Dipastikan Dibuka Saat PPDB Nanti

Mataram (Suara NTB) – Dua SMA Negeri baru di Kota Mataram dipastikan akan dibuka saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi tahun ajaran 2018/2019. Sementara siswa di sekolah sebelumnya yang ada di dua SMA itu akan tetap melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang diikuti sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Drs. H. Muh. Suruji, ditemui belum lama ini. Menurutnya, dua SMA Negeri baru yaitu SMAN 9 Mataram dan SMAN 10 Mataram akan mulai dibuka sejak PPDB tahun ajaran baru nanti. “SMA yang sebelumnya SMK akan mulai menerima siswa sejak tahun ajaran baru nanti,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya SMAN 9 Mataram menggantikan SMKN 8 Mataram, dan SMAN 10 Mataram menggantikan SMKN 9 Mataram. Adanya dua SMA negeri baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sistem zonasi di SMA negeri tahun ajaran 2018/2019 nanti semakin menyempurnakan zonasi. Diharapkan tidak terjadi masalah seperti tahun lalu karena masih sedikitnya SMA negeri di sejumlah zona.

Ia menjelaskan, SMAN 9 Mataram nantinya akan menambah sekolah di zona Cakranegara, terutama daerah Monjok. Sebelumnya hanya ada SMAN 6 Mataram di zona Cakranegara, padahal zona itu wilayahnya sangat luas. Sementara SMAN 10 Mataram untuk

menambah sekolah di zona Ampenan. Selama ini SMAN 2 Mataram menjadi rebutan masyarakat di zona itu. Dengan adanya dua SMA negeri itu diharapkan akan menyempurnakan zonasi.

Di tahun 2017 lalu, kuota sebanyak 20 persen di satu sekolah bisa menerima siswa berprestasi dari zona manapun. Namun di tahun ini, akan dikurangi menjadi sekitar 10 persen saja. “Kita kurangi kuota lintas zona untuk jalur prestasi itu, kita hanya gunakan prestasi akademik tapi belum final,” katanya.

Sejak tahun lalu, PPDB SMA Negeri dilaksanakan dengan pendekatan zonasi atau pembatasan daerah atau wilayah dan prestasi. Selain itu, khusus PPDB SMK dan SLB tidak berdasarkan zonasi. Zonasi sendiri sudah diatur pembagiannya. Jumlah peserta didik yang diterima dalam PPDB SMA, SMK, dan SLB Negeri ditetapkan dalam kuota. Pendaftar hanya bisa mendaftar di sekolah yang sesuai dengan zona tempat tinggalnya.

Suruji menjelaskan, pihaknya akan merapikan zonasi siswa, disesuaikan dengan wilayah sekolah gar tidak ada keluhan seperti tahun lalu. Menurutnya, sudah ada data siswa sebelumnya di SMP secara online. Jika data pendaftar itu tidak sesuai atau berbeda dengan data yang ada di SMP atau sekolah sebelumnya, maka tidak siswa itu tidak bisa mendaftar. Kecuali bagi siswa yang berasal dari luar daerah seperti dari Pulau Jawa, dengan alasan pindah, barulah dikecualikan. (ron)