Puluhan Miliar Proyek Milik PUPR Belum Dilelang

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, masih menunggu waktu dari Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk mengekspose pengadaan proyek fisik tahun ini. Padatnya jadwal antrean mengakibatkan puluhan miliar proyek belum dilelang.

Secara keseluruhan total anggaran dikelola tahun ini, kata Kadis PUPR, Ir. H. Mahmuddin Tura, sekitar Rp129 miliar. Anggaran termasuk gaji dan biaya operasional. Sebagian besar atau sekitar Rp80 – 90 miliar untuk pengerjaan fisik.

Disebutkan, paket yang belum lelang di antaranya, bangunan gedung Badan Keuangan Daerah (BKD)  terkendala penghapusan aset Rp1,5 miliar, pembangunan pintu gerbang di Lingkar Selatan Rp5 miliar. Ini perlu penyesuaian harga karena bahan digunakan merupakan bahan pabrikan.

Baca juga:  Pemprov Siap Lakukan FS Pembangunan Jembatan Lombok-Sumbawa

“Standar harga dari Kementerian tidak ada. Kita hati – hati jangan sampai salah perhitungan,” kata Mahmuddin, Rabu, 25 April 2018.

Berikutnya, lanjutan pengerjaan monumen Mataram Metro Rp1,5 miliar. Pembuatan Detail Engineering Design (DED) Kantor Walikota Rp1,5 miliar, proyek irigasi serta ratusan paket program aspirasi Dewan. Sebagian dokumen sudah diserahkan ke Bagian Layanan Pengadaan.

Namun, Kejaksaan meminta seluruh proyek diekpose dulu. Sementara, banyak SKPD yang mengantri. “Untuk ekspose di Kejaksaan banyak sekali ngantri,” akunya.

Ekspose ini dimaksudkan agar meminimalisir masalah. Terutama perhitungan rencana anggaran belanja maupun ketersediaan lahan. Salah satu contoh, pembuatan DED dilakukan akhir tahun 2017 lalu mempercepat pelaksanaan tender. Ternyata ada sistem yang harus dilalui, sehingga mengantisipasi kesalahan.

Baca juga:  Jika Terwujud, Jembatan Lombok-Sumbawa Diyakini akan Bawa Manfaat Ekonomi yang Besar

“TP4D tidak mau ambil resiko. Kalau ada masalah, mereka juga tanggungjawab,” jawabnya. Tender telah berjalan saat ini kata dia, 10 paket peningkatan jalan hotmix senilai Rp38,9 miliar, jembatan Dasan Agung Rp1,9 miliar dan konsultan pengawas.

Percepatan pengadaan barang dan jasa seperti ditargetkan sebelumnya dioptimalkan mulai perencanaan sejak awal. Diharapkan tidak terjadi keterlambatan pengerjaan atau bahkan gagal tender karena keterbatasan waktu. (cem)