Investasi Hingga Rp 2 Triliun, Investor Bangun Kota Pinggir Pantai di Global Hub

Mataram (Suara NTB) – Investor nasional akan berinvestasi di Global Hub Kayangan, Lombok Utara untuk membangun Kota Pinggir Pantai (Water Front City). Investor tersebut akan menginvestasikan dana hingga Rp 2 triliun untuk pembangunan kawasan perkotaan di Global Hub Kayangan.

“Yang paling mungkin itu adalah Water Front City, seperti di Ancol, ada perumahan nanti akan dibuat kota baru. Tapi nanti akan dibangun di pinggir laut. Sudah ada kemarin investornya datang,’’ kata Kepala Bappeda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M. Sc, M.TP ketika dikonfirmasi di kantor DPRD NTB, Senin, 19 Maret 2018 siang.

Ia tak menyebutkan nama investor yang akan membangun kota pinggir pantai tersebut. Namun, Ridwan mengatakan investor tersebut  berasal dari Jakarta. Mereka membutuhkan lahan seluas 100 hektare. “Ndak main-main proyek Global Hub ini. Nilai investasinya mungkin sekitar Rp 1 – 2 triliun,” ungkapnya.

Pembangunan tahap awal kota pinggir pantai ini direncanakan mulai tahun ini. untuk itu, sekarang sedang dilakukan pembebasan lahan. Selain investor nasional ini, Ridwan mengatakan investor lainnya yang sudah hampir pasti menanamkan modalnya di Global Hub Kayangan berasal dari Rusia dan Cina.

Investor Rusia dan Cina ini akan membangun kilang minyak. Kemudian ada investor dari Belanda, yakni Port of Rotterdam yang akan membangun pelabuhan internaisonal. Dua minggu lalu, investor ini sudah melkaukan tinjauan lapangan.

Untuk memulai pembanguna megaproyek Global Hub Kayangan ini, kata Ridwan membutuhkan uang yang snagat besar. Mislanya, untuk pembebasan lahan saja butuh dan ayang tidak sedikit.

Dan itu sepenuhnya berasal dari swasta murni, bukan membebani anggaran negara. Pemerintah pusta hanya memfasilitasi terkait dengan regulasi.  “Kalau 1 are saja Rp 6 juta maka satu hektare sebesar Rp 6 miliar. Makanya kita sabar, pelan-pelan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pengelola kawasan yakni PT. Bandar Kayangan internasional (BKI) akan membebaskan lahan seluas 500 hektare. Saat ini, investor yang akan membangun kilang minyak dan pelabuhan internasional sedang menunggu izin lokasi dari Bupati KLU, disamping perizinan-perizinan lainnya di tingkat pusat. (nas)