Pencapaian di KEK Mandalika Bukan Kerja Satu-Dua Orang

Mataram (Suara NTB) – Anggota Tim Percepatan Pembangunan Sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas, Taufan Rahmadi menilai kemajuan yang berhasil dicapai di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika adalah buah kerja keras banyak pihak. Dengan kata lain, pencapaian ini bukanlah kerja satu atau dua orang saja.

Hal itu disampaikan Taufan, yang baru saja ditetapkan kembali sebagai Anggota Tim Percepatan Pembangunan Sepuluh Destinasi Pariwisata Prioritas oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Taufan menilai, perjuangan dalam pembenahan destinasi pariwisata prioritas Mandalika selama dua tahun bisa dicapai berkat dukungan semua pihak. “Dan kita sudah melihat cukup banyak kemajuan,” ujarnya. Terlebih, ujar Taufan, setelah Presiden jokowi meresmikan beroperasinya KEK Mandalika, baru-baru ini.

Baca juga:  Gubernur Usulkan Calon Komisaris dan Direksi ITDC

Meski demikian, semua pemangku kepentingan tidak boleh larut dengan pencapaian yang telah dicapai sekarang. Saat ini, masih banyak pekerjaan rumah di Mandalika yang harus terus dikawal bersama.

“Pembenahan 3A (atraksi, amenitas dan aksesibilitas ) adalah hal wajib yang terus dilakukan. Kita tidak boleh cepat puas dengan kondisi sekarang,” ujarnya kepada wartawan, Selasa, 13 Maret 2018.

Pernyataan Taufan ini disampaikan menyusul mulai munculnya gejala politisiasi terhadap sejumlah capaian pembangunan di NTB jelang Pilkada NTB 2018. Taufan menegaskan, tidak boleh ada kekuatan politik manapun yang boleh memanfaatkan kemajuan Mandalika sebagai prestasi mereka.

Baca juga:  Gubernur Usulkan Calon Komisaris dan Direksi ITDC

Pemerintah daerah, termasuk pemerintah daerah Lombok Tengah yang menjadi lokasi dibangunnya Mandalika, menurut Taufan hanyalah salah satu dari sekian banyak unsur penggerak pembangunan di Kawasan Mandalika ini.

Ia menilai, peran serta masyarakat justru menjadi hal yang juga perlu disebut sebagai salah satu kunci kemajuan di Mandalika. Masyarakat dari berbagai elemen, menurutnya telah berkontribusi besar dalam menjaga kondusivitas, maupun menjaga kebersamaan dalam pembangunan ini.

“Kita berharap semua ini terus dijaga. Jangan sampai karena ada ajang politik, lalu ada sekelompok orang yang merasa berjasa membangun Mandalika. Ini tidak boleh terjadi karena bisa kontraproduktif terhadap proses pembangunan,” tegasnya. (tim)