Jika Global Hub Terealisasi, NTB akan Jadi Pusat Ekonomi Dunia

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat berkomitmen mendukung pembangunan megaproyek Global Hub Kayangan, Lombok Utara. Megaproyek Global Hub Kayangan merupakan salah satu dari tiga kawasan yang menjadi atensi pemerintah pusat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal (Purn) Moeldoko pada acara diskusi Capaian Tiga Tahun Kepemimpinan Jokowi – JK di Kmapus Universitas Mataram, Jumat, 9 Maret 2018 siang. Moeldoko mengatakan, dengan pembangunan Global Hub Kayangan, maka NTB akan menjadi pusat ekonomi dunia.

‘’NTB akan menjadi pusat ekonomi dunia dengan adanya Global Hub di kawasan timur selain Makassar,’’ ujarnya.

Ia mengatakan, ada tiga pengembangan kawasan di NTB yang menjadi prioritas. Yakni pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) dan Global Hub Kayangan.

Ia mengatakan, dulunya pembangunan di Indonesia berpusat di Pulau Jawa. Namun, sekarang di bawah kepemimpinan Jokowi – JK, pembangunan dilakukan dari daerah pinggiran. Sehingga, sekarang ini pemerintah banyak membangun infrastruktur, seperti di Papua.

‘’Memang ada penentuan beberapa KEK dan pengembangan kawasan-kawasan industri yang lain. Diantaranya memang NTB ini menjadi sasaran. Sekali  lagi itu dikaitkan dengan daya dukung,’’  terangnya.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, pembangunan tiga kawasan itu tidak mungkin dapat dilakukan sekaligus. Karena akan melihat kapasitas infrastruktur dan lainnya. Sehingga, dalam proses pembangunannya ada tahapan-tahapan yang dilalui.

“Jadi ndak bisa membangun kawasan langsung, tapi ada tahapan-tahapan. Dan itu disesuaikan dengan  kemampuan APBN kita,” kata Moeldoko ketika dikonfirmasi usai kegiatan tersebut.

Seperti diketahui, pembangunan Global Hub Kayangan merupakan business to business. Kerjasama pembangunan Global Hub Kayangan ini dilakukan melalui pola P4 (people, public, private, partnership).

Artinya, masyarakat pemilik tanah, melalui pembentukan koperasi, akan memiliki 10 persen saham dari perusahaan Bandar Kayangan International. Sehingga, seberapa besar berkembangnya Bandar Kayangan ini nantinya, para eks pemilik tanah tetap akan mendapatkan dividen.

Global Hub Kayangan akan menyerupai Kota Dubai Uni Emirat Arab dengan penduduk sekitar satu juta jiwa pada lahan seluas 7.000 hektare. Di mana, pada kawasan tersebut dibangun pelabuhan modern yang dapat menampung kapal-kapal raksasa dengan panjang 500 meter.

Di Indonesia, tidak ada pelabuhan internasional yang mampu menampung kapal sepanjang 500 meter tersebut kecuali di Global Hub Kayangan. Pasalnya, di daerah lain lautnya dangkal dan hanya mampu menampung kapal-kapal besar dengan ukuran atau panjang maksimal 300 meter.

Perairan di Pulau Lombok terutama di kawasan Global Hub Kayangan akan mampu menampung kapal dengan panjang 500 meter, dengan kedalaman sekitar 35 meter.

Kapal dengan ukuran seperti itu akan mampu mengangkut 18 ribu kontainer. Jika empat saja kapal yang sandar dan menurunkan separuh barangnya, maka kawasan industri seluas 1.000 hektare akan penuh.

Selain akan dibangun pelabuhan internasional, juga kilang minyak dengan investasi yang cukup besar mencapai Rp 130 triliun. Sementara untuk pelabuhan diperkirakan investasinya sebesar Rp 30 triliun.

Sebagai pengelola kawasan itu, telah dibentuk PT. Bandar Kayangan Internasional. Komposisi kepemilikan saham perusahaan yang mengelola Global Hub Kayangan ini, 60 persen para investor, 20 persen Pemprov NTB dan 20 persen Pemda Lombok Utara.

Selain itu, PT. Bandar Kayangan Internasional juga sudah membentuk anak perusahaan yakni PT. Properti Bandar Kayangan. Dengan komposisi kepemilikan saham 65 persen milik investor dan 25 persen diberikan kepada perusahaan daerah, milik Pemprov dan Pemda Lombok Utara. (nas)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.